DPD Partai Demokrat Papua tetap dukung Anas Urbaningrum
Sabtu, 4 Februari 2012 17:19 WIB | 2631 Views
Lukas Enembe (duduk) di ruang kerjanya. (ANTARA/Marcelinus Kelen)
Berita Terkait
Jayapura (ANTARA News) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Papua tetap memberikan dukungannya kepada Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai itu, meski yang bersangkutan saat ini sedang menghadapi banyak tuduhan melawan hukum berkaitan kasus korupsi.
Pernyataan tetap mendukung Anas Urbaningrum tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Papua, Lukas Enembe SIP. MH, saat dihubungi koresponden ANTARA News di Jayapura, Sabtu petang.
"Kita di Papua tetap dukung Mas Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat, karena yang bersangkutan terpilih melalui Kongres yang diamanahkan AD/ART Partai," katanya.
Lukas Enembe, yang juga calon Gubernur Papua periode 2012-2017, mengemukakan bahwa dirinya mempunyai prinsip kalau seseorang yang dituduh terlibat masalah hukum, tidak boleh menghakiminya hanya berdasarkan tuduhan atau opini publik yang belum tentu kebenarannya.
Karena itu, katanya menambahkan, selama tuduhan atas dugaan korupsi terhadap Anas Urbaningrum belum terbukti secara hukum, DPD Partai Demokrat Papua tetap kompak untuk mendukungnya.
Menurut Lukas Enembe yang juga Bupati kabupaten Puncak Jaya, Papua, pergantian Ketua Umum Partai Demokrat sudah diatur dalam AD/ART Partai, sehingga selama ketua umum belum diganti, mereka tetap mendukung kepemimpinannya.
Ketua Umum Partai yang dihasilkan melalui kongres, kata dia, hanya bisa diganti jika yang bersangkutan berhalangan tetap, mengundurkan diri atau tidak mampu menjalankan tugas-tugas partai.
"Pergantiannya pun, harus melalui mekanisme yang diatur dalam AD/ART, yakni melalui KLB (Kongres Luar Biasa) yang diajukan oleh 2/3 jumlah pengurus Partai di seluruh Indonesia, bukan keinginan orang per orang," katanya.
Dengan bijak, Lukas Enembe juga meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini.
"Yang terlibat kasus dugaan korupsi, bukan hanya kader Demokrat tapi juga kader partai lain. Buktinya, yang jadi tersangka baru dalam kasus wisma atlet, bukan hanya Angelina Sondakh, tapi juga ada dari partai lain," katanya.
(T.KR-MBK/R010)Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com