Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri) berjabat tangan dengan PM Cina Wen Jiabao sebelum temu pers bersama di Balai Agung Rakyat di Beijing, Kamis (2/2). Merkel menghimbau Cina untuk menggunakan pengaruhnya membujuk Iran menghentikan program nuklir mereka, di awal kunjungannya selama tiga hari dan meminta dukungan atas mata uang euro yang sedang terpuruk. (REUTERS/David Gray)

Berita Terkait
Beijing (ANTARA News/AFP) - Kanselir Jerman Angela Merkel, Sabtu, merampungkan kunjungan ke China di mana ia berusaha untuk meyakinkan tuan rumah mengenai kekuatan euro dan kemampuan Eropa untuk mengatasi krisis utang.

Selama kunjungannya tiga hari ke kekuatan ekonomi kedua terbesar di dunia itu, Merkel memuji keuntungan mata uang tunggal dan mendesak China untuk menekan Iran dan mengutuk Suriah di PBB.

Merkel, yang dicegah untuk bertemu dengan wartawan dan para pembela HAM, mengakhiri kunjungan resminya di kota selatan Guangzhou, kata kantor berita Xinhua.

Merkel, yang mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Wen Jiabao dan Presiden Hu Jintao selama kunjungannya, mengatakan bahwa ia akan mengangkat isu-isu hak asasi manusia selama perjalanan.

Dia menghadiri forum bisnis dengan Wen, yang Jumat mengatakan bahwa China tidak punya maksud atau kemampuan "untuk membeli Eropa".

Para ahli percaya bahwa China memegang lebih dari 550 miliar dolar AS hutang kedaulatan Eropa, meskipun angka itu belum secara resmi dikonfirmasi.

Merkel dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy Senin akan memimpin pertemuan dewan para menteri Prancis-Jerman ke-14, yang akan sangat dikhususkan untuk membahas zona krisis keuangan euro.

(Uu.H-AK/B002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar