KKP Serahkan Rp 21,5 Miliar Untuk Pembangunan Kp Sulbar
Minggu, 5 Februari 2012 09:14 WIB | 947 Views
Okta
JAKARTA, 5/2 (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, dalam rangka mendorong pembangunan di sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Barat (Sulbar). Bantuan senilai Rp21,5 miliar itu diserahkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo kepada masyarakat nelayan dan petambak Sulawesi Barat. Sharif mengatakan, ada 16 program bantuan yang diberikan. Salah satu di antaranya adalah pengembangan usaha mina pedesaan (PUMP) pengolahan yang nilainya mencapai sekitar Rp 2,3 miliar.
Selain PUMP, bantuan yang diberikan juga berupa enam unit bantuan kapal Inka Mina, 30 paket sarana perikanan tangkap, dua unit rumah ikan, bantuan budidaya rumput laut berupa depo, 50 unit cool box, speed boat serta satu unit excavator.
Sharif berharap dengan adanya bantuan tersebut dapat memberi kemudahan kepada nelayan. “Sehingga nelayan dapat melaksanakan usaha perikanan baik tangkap maupun budidaya dengan baik. Karena bantuan tersebut besar manfaatnya dalam upaya peningkatan produksi perikanan serta kesejahteraan nelayan yang selama ini masih dirasakan kurang,” ujarnya. Lebih lanjut, untuk mendukung kesejahteraan para nelayan, Sharif juga menyerahkan bantuan berupa sarana air bersih, paket bantuan belajar anak pelaku utama, sertifikat hak atas tanah nelayan (sehat) dan 10.000 kartu nelayan.
Sementara itu, dalam merealisasikan program pengembangan sarana infrastruktur Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) skala B di Kabupaten Majene Sulbar, Sharif menyerahkan bantuan tahap awal berupa Masterplan dan detail desain PP Palipi senilai Rp21 juta kepada Pemprov Sulawesi Barat. Dikatakannya, Proyek PPN Palipi Majene diperkirakan memakan biaya sebesar Rp 600 miliar. Anggaran tersebut 10 persennya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), selebihnya dari Islamic Development Bank (IDB). IDB merupakan bank korporate negara-negara Islam. Lembaga ini juga akan menyumbang anggaran pembangunan PPN di Majene. “Bahkan, jumlahnya lebih banyak dibanding alokasi dari APBN. Sharif mengungkapkan, PPN yang dibangun itu nantinya akan menjadi pusat pelabuhan ikan nelayan dan tempat transaksi perdagangan ikan terbesar di provinsi ini.
Sharif menuturkan, pelabuhan ikan di Sulawesi Barat itu akan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti ruang pendingin agar ikan nelayan yang ditampung awet dan menjadi salah satu tempat transaksi ikan terbesar di daerah ini.Oleh karena itu, dengan dibangunnya pabrik pengolahan ikan yang berdekatan dengan PPN Palipi maka akan dapat membangun industri perikanan di Sulbar, karena ikan yang dipasok di PPN Palipi dapat langsung diolah di pabrik pengolahan ikan, dan melalui hasil ikan yang sudah diolah tersebut maka akan bernilai ekonomi tinggi dan memacu peningkatan ekonomi daerah. “Dengan dibangunnya pabrik pengolahan ikan di perairan sulbar, maka akan dapat meminimalisir pencurian ikan di perairan Sulbar oleh nelayan dari daerah lain seperti Kalimantan, karena ikan diperairan Sulbar akan maksimal ditangkap nelayan untuk dibawa ke pabrik pengolahan ikan,” imbuhnya. “Ikan akan maksimal ditangkap para nelayan untuk dibawa ke pabrik pengolahan ikan, karena memiliki nilai jual tinggi sehingga nelayan akan giat bekerja menangkap ikan untuk kesejahterannya”, katanya. “Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) ini diharapkan menjadi pelabuhan ekspor ikan terbesar di Sulbar yang akan dikirim ke mancanegara seperti Jepang, China dan Korea dikarenakan permintaan dari negara itu cukup tinggi. Saat ini Indonesia memiliki Pelabuhan Perikanan Nusantara (Archipelagic Fishing Port) sebanyak 14 unit yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Dr. Yulistyo Mudho, M.Sc, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (HP. 0811836967)
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com