Berita Terkait
Pamekasan (ANTARA News) - Umat Islam di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggelar beragam kegiatan dalam menyambut perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi.

Selain membacakan barzanji, bacaan puji-pujian yang berisi riwayat Nabi Muhammad SAW, ada juga yang merayakan dengan membacakan tembang macapat.

"Soalnya di macapat ini ada juga yang menceritakan tentang kelahiran Nabi Muhammad dari kecil hingga beliau menerima wahyu dan diangkat sebagai Nabi umat Islam oleh Allah SWT," kata salah seorang seniman tembang macapat, Habibullah, Minggu malam.

Macapat adalah tembang atau puisi tradisional Jawa. Setiap bait mempunyai baris kalimat yang disebut gatra, dan setiap gatra mempunyai sejumlah suku kata (guru wilangan) tertentu, dan berakhir pada bunyi sanjak akhir yang disebut guru lagu.

Hanya saja, kelompok masyarakat yang merayakan kelahiran Nabi Muhammad dengan tembang macapat ini, hanya sebagian kecil saja, yakni terfokus pada kelompok usia lanjut.

Kebanyakan, mereka merayakan dengan membacakan barzanji secara bersama-sama di berbagai masjid dan mushalla.

Tidak hanya itu saja, ada juga sebagian warga yang merayakan Maulid Nabi dengan cara unik. Seperti yang digelar di pondok pesantren Bata-Bata, Pamekasan.

Di pesantren ini, perayaan kelahiran Nabi Muhammad tidak hanya dengan barzanji, akan tetapi dengan merebut uang yang dipasang pada pohon pisang.

Rebutan uang yang dipasang di pohon pisang ini digelar setelah pembacaan shalawat barzanji dan dipercaya, barang siapa yang mendapatkan uang tersebut, nantinya akan banyak mendapatkan rizki.

"Santri-santri disini percaya seperti itu. Makanya mereka rebutan, karena dipercaya uang maulid yang dipasang dipohon pisang itu bisa mengundang berkah," kata salah seorang santri di pondok itu, Abdul Karim.

Santri asal Probolinggo, Jawa Timur ini mengaku, tradisi rebutan uang pada hari kelahiran Nabi Muhammad dipondoknya itu merupakan tradisi turun temurun.

Selain itu, sambung dia, rebutan uang dipohon pisang melambangkan, bahwa semua umat Islam akan senantiasa mengharapkan safaat Nabi Muhammad, sebagai nabi terakhir dan tidak ada lagi setelahnya. (ZIZ/E001)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar