Pekanbaru (ANTARA News) - Komplotan pencopet diduga berkeliaran saat perayaan malam Cap Go Meh atau malam ke 15 Tahun Baru Imlek 2563/2012, yang dipusatkan di Jalan Karet, Pekanbaru, Provinsi Riau, Minggu (5/2) malam.

Beberapa pengunjung perayaan besar bagi etnis Tionghoa tersebut mengaku kehilangan sejumlah barang berharganya yang tersimpan dalam dompet.

"Barusan saya raba dompet masih ada di kantong celana. Begitu balik, eh.. sudah tidak ada lagi. Kalau jatuh tidak mungkin," kata seorang pengunjung perayaan Cap Go Meh di Jalan Karet, Benny Akiong (34).

Mengetahui dompet miliknya hilang, Benny kemudian mengaku sempat mengadukannya ke petugas kepolisian yang berjaga-jaga di lokasi pesta Cap Go Meh.

"Petugas sempat membantu saya untuk melakukan pelacakan orang-orang yang mencurigakan. Tapi nggak juga ada hasilnya," kata dia.

Benny juga mengaku sangat yakin dompetnya raib diambil oleh komplotan pencopet yang berkeliaran di lokasi acara.

"Kalau hilang atau tercecer di jalan itu mustahil, karena kantong celana saya sangat dalam. Saya curiga tadi ada beberapa anak remaja yang berdesak-desak di belakang saya, sayangnya saya tidak begitu mengenali tanda wajahnya," ujar dia.

Tidak hanya Benny, peristiwa na`as serupa juga menimpa seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), Yani (38) yang juga mengaku kehilangan dompet yang disimpannya dalam tas sandang miliknya.

"Lumayan banyak uang di dalamnya, ada sekitar Rp300 ribu. Tapi bukan itu, yang paling saya cemaskan, didalam dompet ada surat-surat penting seperti KTP (tanda pengenal) dan surat kendaraan (STNK)," ujarnya.

Yani mengaku juga sempat mengadukan raibnya dompet penuh dengan barang berharga miliknya itu ke salah seorang petugas kepolisian yang berjaga-jaga.

"Tapi tetap saja pencopetnya nggak tertangkap. Besok, mungkin saya akan mengakukan kasus ini ke kantor polisi, termasuk buat surat kehilangan agar bisa mengurus STNK sama KTP," katanya.

Perayaan malam Cap Go Meh di Jalan Karet atau juga di kenal sebagai Kompleks Kampung Melayu Tionghoa Pekanbaru ini terpantau dipadati lebih dari seribuan warga Tionghoa dan khalayak umum.

Banyak warga juga saling berdesakan untuk menyaksikan berbagai pertunjukan yang diadakan oleh pihak panitia, seperti barongsai dan tarian tradisional khas China lainnya. (FZR)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar