Jayapura (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMGK) Balai Besar Wilayah V Jayapura, Papua, memprakirakan gelombang setinggi empat hingga lima meter berpeluang terjadi di Laut Arafuru bagian timur.

Gelombang dengan tinggi tiga hingga empat meter berpotensi terjadi di perairan Merauke, Yos Sudarso, utara Papua (utara Sorong, Manokwari, Biak hingga Jayapura), dan perairan Raja Ampat-Sorong.

"Gelombang maksimum dengan tinggi dua hingga tiga meter dapat terjadi di Teluk Cenderawasih dan perairan Agats-Amamapare," kata Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Jayapura Aly Muzayyin di Jayapura, Senin.

Ia memprakirakan, cuaca di wilayah Provinsi Papua akan turun hujan, sedangkan hujan lokal pada pagi, siang, dan malam hari.

Pada umumnya angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan rata-rata 05-25 knot.

Cuaca untuk Provinsi Papua Barat diperkirakan hujan lokal akan mengguyur seluruh kota di wilayah itu pagi dan siang hari, sedangkan hujan pada malam hari.

Pada umumnya, angin bertiup dari arah barat hingga utara dengan kecepatan 05-25 knot.

Menyinggung perubahan cuaca yang tidak menentu, Aly Muzayyin memperkirakan akibat pengaruh tekanan rendah di perairan utara Australia dan Samudra Pasifik.

"Kondisi itu memengaruhi pembentukan daerah pertemuan angin yang memanjang di laut Jawa serta dari Laut Banda hingga Laut Arafuru," ujarnya.

Kondisi itu, kata dia, juga berpengaruh terhadap proses pertumbuhan awan hujan yang semakin meningkat di wilayah timur dan barat laut serta perairan utara Papua.

Selain itu, ujarnya, kelembaban udara yang cukup besar dan suhu muka laut masih hangat juga memberikan dukungan terhadap pertumbuhan awan hujan.

Dia mengatakan, topografi Papua yang berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik dan arah angin dari Laut Filipina menjadi salah satu penyebab perubahan cuaca, seperti pembentukan awan dan hujan yang begitu cepat di Papua sehingga pihaknya terkadang sulit memprediksinya.

"Kami selalu memberitahukan tentang perkembangan cuaca untuk peringatan kepada warga seperti melalui media, radio pantai, TNI Angkatan Laut, dan administrator pelabuhan," katanya.

Ia mengimbau para nelayan dan masyarakat yang ingin menggunakan tranportasi laut dan udara agar lebih sering memperhatikan informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan. (ALX/M029)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar