Presiden minta pers cermati politik uang
Senin, 6 Februari 2012 13:57 WIB | 1179 Views
Bagir Manan (FOTO ANTARA/Ahmad Subaidi)
Pers diminta terus berperan menjadi media bagi rakyat untuk melaksanakan `hak untuk tahu"
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pers untuk mengoptimalkan upaya pembangunan demokrasi nasional antara lain dengan turut mengawasi pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah terkait isu politik uang.
"(Presiden) Meminta bantuan pers agar hal-hal yang mengkhawatirkan pembangunan
demokrasi seperti pemilukada, apabila pemilukada disertai praktek tidak
sehat seperti money politics. Dengan begitu akan dihasilkan kepala
daerah yang berkualitas dan memiliki integritas yang baik," kata Ketua Dewan Pers Bagir Manan kepada wartawan di Kantor Presiden Jakarta, Senin siang.
Bagir dan sejumlah tokoh pers bertemu dengan Presiden menyangkut penyelenggaraan Hari Pers Nasional.
Presiden, kata Bagir lagi, sangat mencemaskan politik uang terjadi pada pemilukada karena akan menghambat pembangunan demokrasi Indonesia yang saat ini sedang berkembang pesat.
Presiden juga berpesan pada pers untuk terus memberikan informasi kepada masyarakat sehingga hak masyarakat untuk mengetahui dapat dipenuhi pers.
"Pers diminta terus berperan menjadi media bagi rakyat untuk melaksanakan `hak untuk tahu`, pers berperan agar bagaimana agar masyarakat tahu masalah-masalah yang bersifat nasional maupun internasional," katanya.(*)
P008*D013/E011 Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com