Yawadwipa Companies Berminat Mengakuisisi Bank Mutiara
Senin, 6 Februari 2012 16:20 WIB | 1041 Views
AsiaNet 48260
JAKARTA dan SINGAPURA, 6 Februari 2012 (ANTARA/PRNewswire-Asia-AsiaNet) --
Minat Strategis Mengakuisisi Bank Mutiara Resmi Diumumkan
Pesan Utama:
-- 100% Akuisisi Tunai Dengan atau Tanpa Mitra Bank yang Memiliki Modal Memadai
-- Dukungan Keuangan Lebih Lanjut untuk Meningkatkan Rasio Modal untuk Standar Industri
-- Solusi Independen dan Peningkatan Pertumbuhan Tanpa Agenda Politik
-- Memuji Mutiara dan LPS atas Kemajuan dan Pemulihan Kepercayaan
-- Risiko Proses Berkelanjutan yang Mengganggu Kemajuan Saat ini
Yawadwipa Companies ("Yawadwipa" atau "Persero") hari ini mengumumkan telah menyampaikan secara resmi kepada penasihat keuangan PT Bank Mutiara Tbk ("Mutiara" atau "Bank"), minat strategis untuk mengakuisisi Bank tersebut dari Lembaga Penjamin Simpanan ("LPS") Indonesia. Seperti yang telah diatur oleh hukum yang ada (Pasal 42 UU Nomor 24/2004), harga pembelian saat ini mungkin tidak kurang dari penempatan modal sementara LPS tahun 2008 pada Bank Mutiara, yang bernilai sekitar Rp 6,7 triliun, atau dengan tingkat suku bunga, sekitar $USD 750 juta ("Harga Aman"). Terkait dengan lembaga yang memiliki modal memadai yang berkomitmen untuk Indonesia atau secara mandiri, Yawadwipa siap menilai prestasi dalam mengakuisisi 100% saham Mutiara dengan Harga Aman sementara juga menyediakan penambahan modal langsung untuk meningkatkan rasio modal dan mempercepat pertumbuhan, yang ditujukan untuk kehandalan dan hal-hal lain terkait proses yang sesuai. Yawadwipa berharap untuk mendiskusikan kepentingan strategis di Bank dengan berbagai pelaku di sektor publik dan swasta.
Sebagaimana yang telah diuraikan pada pendiriannya, misi menyeluruh Yawadwipa adalah mengembangkan bank pedagang Indonesia serta melalui upaya kolaboratif dan kemitraan. Untuk menjadi entitas layanan keuangan domestik yang paling terpadu dan independen di negara ini memiliki tanggung jawab yang besar dan upaya jangka panjang untuk setiap usaha bisnis. Saat keuntungan yang diperoleh dari bisnis dengan obligasi fidusier untuk menghasilkan laba yang berkualitas tinggi bagi para investor, Perusahaan sepenuhnya menerima dan melakukan tugasnya untuk berperan aktif dalam membantu memfasilitasi inisiatif sektor publik dan meningkatkan penyebab sosial. Saran masa lalu mengenai hal kebijakan, interaksi berkelanjutan dengan pengambil keputusan terkemuka dan perjanjian formal untuk berkontribusi senilai 10% dari keuntungannya untuk mengumpulkan dana amal bagi masyarakat setempat dan upaya sejenis, adalah bukti komitmen ini.
Yawadwipa yakin bahwa platform Mutiara terdiri dari berbagai bisnis yang menarik dan telah membuktikan dirinya sendiri sebagai inovator saat memulihkan kepercayaan selama lebih dari tiga tahun terakhir. Perusahaan telah meraih hasil yang kuat dalam menghadapi tantangan internal dan eksternal yang luar biasa, yang merupakan bukti dari tim manajemen dan wawasan sektor publik dari lembaga yang dikenal dengan Bank Century. Lembar simpanan dan peningkatan pinjaman, pengurangan aset yang disimpan dan posisi ekuitas yang dibekukan adalah bukti nyata dari berbagai upaya ini. Namun, bukti dalam menghadapi tantangan global dan pemulihan aset penting, prospek jangka pendek untuk Mutiara menjadi lebih jelas dan perubahan substansial pada nilai pembukuan dan statistik pengukuran nilai lainnya sepertinya tidak akan terjadi pada periode Harga Aman yang dilegalkan dalam tiga tahun ditambah perpanjangan dua tahun sekali. Seperti yang dilaporkan pada tanggal 18 Januari, Bank mengharapkan keuntungan akan menurun senilau 62% tahun ini sekitar Rp. 180 miliar, yang sebagian besar berdasarkan pada pendapatan pemulihan aset yang lebih terbatas secara substansial.
Berbagai model bisnis unik Yawadwipa bertujuan memberi Mutiara manfaat dari strategi perluasan yang akan menghasilkan penciptaan lapangan kerja dalam negeri dan pertumbuhan bisnis, serta modal ekuitas swasta dan wawasan dari profesional investasi berpengalaman paling efektif untuk melihat peluang pasar. Ekuitas swasta sebagai industri telah memainkan peran penting dalam evolusi pasar modal, tetapi yang lebih penting hal tersebut telah menjadi solusi transaksional ke sejumlah layanan keuangan yang bermasalah atau berkonflik di seluruh dunia dalam dekade terakhir. Pada tahun 2002, sebuah konsorsium ekuitas swasta (Farallon Capital) dan mitra lokal (Djarum Group) berhasil mengakuisisi BCA dari pemerintah, dan BCA berkembang menjadi lembaga penyimpanan yang paling bernilai tinggi di Indonesia. Konsisten dengan konsorsium BCA, Yawadwipa akan bekerja sama dengan LPS dan pihak lain untuk mengatasi setiap masalah dan hal-hal yang terkait dengan ekuitas swasta, kumpulan modal atau kepemilikan konsorsium dan dapat memanfaatkan pelaku utama tertentu yang terlibat dalam proses BCA tahun 2002.
Perusahaan akan berupaya memanfaatkan berbagai sumber daya yang diperlukan untuk membantu LPS dan lain-lain mencapai divestasi yang beralasan dan memuaskan dari Mutiara pada waktu yang tepat. Pengalaman kolektif tim ini di sejumlah besar transaksi layanan keuangan yang rumit selama periode waktu yang panjang, ditambah dengan pengetahuan dan hubungan lokal cenderung membuat Yawadwipa menjadi bagian yang logis dari setiap solusi Bank. Yawadwipa menyambut baik kesempatan untuk mengevaluasi Mutiara secara keseluruhan yang dilakukan oleh LPS, dan berkomitmen menjadi mitra konstruktif dan aditif dalam proses. Ini merupakan harapan Yawadwipa bahwa masalah yang terus datang dari publik dan terkadang menghambat peningkatan materi dalam memberantas perilaku bisnis yang buruk, dapat digantikan oleh berita positif dari transaksi Mutiara yang menguntungkan.
Mengkhususkan pada sejarah dan warisan tertentu serta fakta dan situasi yang tengah berlangsung di Mutiara, Yawadwipa kurang sensitif dibandingkan dengan lembaga keuangan pada posisi pasar yang telah ada maupun yang telah didirikan dan membedakan prosedur pengoperasian. Selanjutnya, terkait dengan para penasehat kami, Yawadwipa relatif berkembang dalam menghadapi banyak masalah yang berkelanjutan, karena pernah bekerja terkait hal serupa di masa lalu. Meskipun demikian, Yawadwipa tidak memiliki ilusi bahwa melakukan transaksi tidak akan terlalu sulit atau dicapai tanpa perpaduan upaya dari sejumlah pihak, dan sebagian dengan agenda yang berpotensi untuk bersaing. Seperti dibuktikan oleh proses penjualan Mutiara yang belum terselesaikan pada tahun 2011, solusi sederhana dan mudah, tanpa melihat makro, sektor dan/atau lingkungan perusahaan khusus adalah tantangan. Situasi perekonomian global dari sebagian besar laporannya belum membaik sejak pelelangan terakhir, di mana kami menyimpulkan bahwa jika proses ini adalah untuk menjadi sukses, peserta baru, kerjasama dan pragmatisme yang kuat, serta inovasi struktural diperlukan dalam hal ini.
Keputusan Yawadwipa untuk menyampaikan minat strategisnya di Mutiara bukan tanpa reservasi. Bunga Yawadwipa, baik langsung maupun tidak langsung didasarkan pada proses jaminan yang transparan dan efisien. Yawadwipa memiliki minat yang terbatas dalam melakukan upaya besar untuk situasi yang amat rumit yang akan memperlambat inisiatif lainnya, secara potensial mencakup Java Fund, jika situasi dan birokrasi politik menghambat solusi yang konstruktif dan beralasan. Lembaga keuangan utama mereka dibangun atas dasar kepercayaan dan reputasi. Kegagalan proses atau resiko resolusi lainnya mengurangi pelanggan setia dan karyawan yang membantu memajukan Mutiara. Yawadwipa tidak memiliki agenda maupun hubungan politik juga tidak mengekspresikan pandangan tentang keputusan pemerintah tahun 2008 untuk mendukung Bank Century. Yawadwipa mendorong proses yang efisien yang memungkinkan LPS untuk menguangkan posisinya dalam Mutiara pada waktu yang tepat, pada istilah yang paling menguntungkan, dan tanpa adanya retorika politik.
Kontak Informasi:
Pertanyaan Umum: info@yawacompanies.com
Media: media@yawacompanies.com
Situs Web: www.yawacompanies.com
SUMBER: Yawadwipa Companies
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com