Waduk Jatibarang selesai Oktober 2013
Senin, 6 Februari 2012 17:34 WIB | 1571 Views
Sejumlah pekerja melintas di dalam terowongan elak pada proyek pembangunan Waduk Jatibarang, di Semarang, Jateng, Jumat (4/2). Terowongan elak sepanjang 421,5 meter dengan diameter 6,9 meter itu untuk mengelakkan air dari Sungai Kreo dan rencananya akan mulai berfungsi pada pertengahan Agustus tahun ini. (ANTARA/R. Rekotomo)
Targetnya sebelum Juli harus selesai
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan proyek Waduk Jatibarang di Semarang, Jawa Tengah, selesai sekitar Oktober 2013 atau lebih cepat dari jadwal kontrak 8 Januari 2014.
"Dalam rangka mendukung MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia), kami bertekad bisa mempercepat sekitar 4-5 bulan dari jadwal," kata Kepala Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) Pemali Juana, Kementerian PU, Isprasetya Basuki, kepada pers di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan, proyek senilai Rp559,955 miliar itu sepenuhnya dibiayai dari loan JICA Jepang dan dikerjakan oleh 100 persen kontraktor nasional.
"Kapasitas bendungnya mencapai 20 juta meter kubik yang dihasilkan dari Kali Kreo dengan kapasitas 230 meter per detik, ketika banjir," katanya.
Dijelaskannya, target itu sangat dimungkinkan karena realisasi fisik hingga saat ini sudah 37 persen dan anggaran terserap mencapai Rp244 miliar.
Manfaat strategis jika waduk itu selesai, katanya, akan mampu menyediakan air baku untuk keperluan Kota Semarang Barat sebesar 1.050 meter kubik per detik.
"Jadi, membantu Semarang Barat terbebas dari percepatan rob akibat pemanfaatan air tanah yang menyebabkan turunnya permukaan tanah," katanya.
Tidak hanya itu, katanya, keberadaan waduk itu sekaligus membantu konservasi dan populasi monyet ekor panjang di sekitar tempat wisata, Gua Kreo.
"Kami akan membuat jalan koneksi dari waduk ke Gua Kreo," katanya.
Terkait dengan percepatan pembangunan proyek itu, dia menjelaskan, hal itu akan diupayakan penggenangan waduk bertepatan di awal musim hujan 2013.
"Jika tidak, maka kami akan menunggu untuk penggenangan waduk pada musim hujan 2014," katanya.
Selain itu, pekerjaan pemadatan pondasi tubuh bendungan akan dilakukan pada musim kering tahun ini.
"Targetnya sebelum Juli harus selesai," katanya.
Manfaat lain dari waduk ini, tambahnya, adalah potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air mikro hidro 1,5 Mega Watt.
"Soal listrik ini sampai saat ini masih dalam proses negosiasi dengan para pihak," katanya.
Waduk Jatibarang, kontraknya ditandatangani 15 Oktober 2009 dan merupakan bagian dari proyek sumber daya air Kementerian PU di Semarang dan sekitarnya senilai Rp1,6 triliun.
"Total anggarannya memang berasal dari pinjaman Jepang via JICA," katanya.
Khusus Waduk Jatibarang digagas setelah adanya banjir pada 1990-an yang menewaskan puluhan orang di Semarang Barat waktu itu.
(E008/R010)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com