Waskita siap IPO awal 2013
Senin, 6 Februari 2012 18:09 WIB | 1492 Views
Jakarta (ANTARA News) - PT Waskita Karya siap melepas sekitar sepertiga sahamnya untuk publik melalui penawaran umum saham perdana yang dijadwalkan awal 2013, sebagai langkah untuk memperkuat pendanaan BUMN karya tersebut.
"Kami berencana melakukan IPO pada awal 2013 dengan saham yang akan dilepas ke publik sekitar 30 - 35 persen serta target dana yang didapat lebih dari Rp1 triliun," kata Dirut Waskita Karya M Choliq di Jakarta, Senin.
Menurutnya, dengan dana dari IPO tersebut pihaknya bisa melunasi dana yang disuntikkan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebesar Rp475 miliar ke BUMN itu.
"Dengan dana itu, kami akan menjadi BUMN lagi lepas dari PPA. Sedangkan dana lainnya untuk memperkuat ekuitas kami," katanya.
Ia menjelaskan bahwa saat ini 99 persen saham Waskita dimiliki PPA sementara BUMN hanya 1 persen.
Choliq menjelaskan, untuk memperkuat bisnisnya, Waskita akan mulai mengembangkan bisnis properti dengan membangun gedung di tanah yang dimilikinya di daerah Cawang Jakarta.
Pada tahun ini, Waskita menargetkan untuk mendapat 12 kontrak baru untuk melanjutkan 17 kontrak yang sudah berjalan dengan nilai Rp6,1 triliun.
"Ada kontrak on going di pembangunan jalan tol sebesar Rp4 triliun yang sedang kami kerjakan seperti Tol Semarang - Ungaran, Nusa Dua - Benoa dan jalur keluar Tanjung Priok Jakarta," katanya.
Choliq menargetkan pada tahun ini pihaknya akan mendapatkan laba sekitar Rp210 miliar atau meningkat dibanding tahun lalu sebesar Rp150 miliar.
Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memberikan fasilitas pinjaman Rp4,36 triliun kepada PT Waskita Karya (Persero) serta "supply chain financing" sebesar Rp200 miliar kepada supplier/subkontraktor BUMN kontraktor itu.
Fasilitas pinjaman terdiri dari kredit modal kerja (KMK) sebesar Rp1 triliun, penerbitan garansi bank sebagai penjaminan pelaksanaan proyek sebesar Rp3 triliun, dan penerbitan letter of credit (L/C) untuk impor barang-barang modal sebesar 40 juta dolar AS.
Fasilitas kredit ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan mendukung pelaksanaan sisa proyek 2011 dan proyek kontrak baru pada 2012.
(D012/N002)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com