PPA diminta fokus restrukturisasi 7 BUMN besar
Senin, 6 Februari 2012 20:47 WIB | 1399 Views
Deputi Menteri BUMN, Parikesit Suprapto. (FOTO ANTARA/Widodo)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian BUMN minta PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) agar hanya mengelola restrukturisasi tujuh BUMN skala besar supaya lebih fokus dalam menyelesaikan tugasnya menyehatkan perusahaan bermasalah.
"PPA nantinya akan fokus menyelesaikan restrukturisasi BUMN, dan termasuk mengelola aset non inti (idle) BUMN," kata Deputi BUMN Bidang Usaha Jasa, Parikesit Suprapto, di Jakarta, Senin.
Menurutnya, tujuh BUMN yakni PT PAL Indonesia, PT Merpati, PT Dirgantara Indonesia, PT Waskita Karya, PT Industri Sandang, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI), dan PT Kertas Kraft Aceh.
Diketahui PT PPA saat ini sedang menangani restrukturisasi dan revitalisasi sebanyak 17 BUMN.
"Kita meminta PPA untuk memisahkan mana yang harus ditangani mana yang dilepas. BUMN skala kecil penangangannya diserahkan kepada perusahaan yang bersangkutan untuk diambil keputusan korporasi," ujarnya.
Sementara itu menurut data PT PPA, terdapat tiga BUMN yang sedang dalam proses kajian (due diligence) restrukturisasi yaitu PT Boma Bisma Indra, Perum Pengakutan Djakarta (PPD) dan PT Varuna Tirta Prakasya.
Enam BUMN dalam proses finalisasi di Komite Restrukturisasi dan Privatisasi yaitu PT Industri Kapal Indonesia (IKI), PT Djakarta Lloyd, PT Balai Pustaka, PT Survei Udara Penas, Perum Film Nasional (PFN) dan PT Nindya Karya.
Sedangkan delapan BUMN memasuki tahapan pencairan dana meliputi PT MNA, PT PAL Indonesia, PT Waskita Karya, PT Kertas Kraft Aceh (KKA), PT Industri Gelas (Iglas), PT Dirgantara Indonesia, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) dan PT Industri Sandang.
Sumber di PPA mengakui pihaknya sedang berupaya memisahkan BUMN yang akan menjadi fokus penangangan restrukturisasi.
"PPA bekerja berdasarkan penugasan. Jika Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham menugasi untuk dikembalikan ya.. kita serahkan kepada pemerintah sesuai dengan surat perintah yang kami terima," ujarnya.
Aset "idle"
Selain fokus restrukturisasi 7 BUMN besar, PPA juga ditugasi mengelola aset "idle" atau tidak produktif milik 7 BUMN.
Lima aset "idle" BUMN yang sudah memasuki tahap kerja sama pengelolaan yaitu PT Pertamina, PT PLN, PT Kereta Api Indonesia, dan PT Industri Sandang, PT Rajawali Nusantara Indonesia.
Sedangkan yang sedang penjajakan kerja sama pengelolaan aset yaitu PT Pos Indonesia dan Perum Bulog.
(T.R017/A023) Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com