Palangka Raya (ANTARA News) - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Palangkaraya meminta senat universitas dapat memilih rektor yang berkualitas, akuntabel, integral dan memiliki komitmen tinggi.

"Jika ingin Unpar lebih maju, maka rektor yang dipilih nanti hendaknya bukan karena uang, suku, agama atau saudara," kata Presiden BEM Universitas Palangka Raya, Evandi, Senin.

Menurutnya, kendati pelaksanaan pergantian rektor Unpar, baru akan berlangsung pada 2013 mendatang, namun tidak ada salahnya untuk mengemukakan pendapat kriteria calon rektor yang menjadi idaman semua mahasiswa.

"Kami tidak ingin calon rektor nanti hanya asal-asalan yang tidak memiliki visi untuk memajukan kualiatas mutu pendidikan di Kalteng," tegasnya.

Kedepan, pihaknya sangat berharap, ada peran dari mahasiswa untuk ikut memilih dan menentukan calon rektor, meskipun dalam peraturan Mendikbud No 24/2010 tentang pengangkatan dan pemberhentian rektor/ketua/direktur pada Perguruan tinggi diselenggarakan oleh pemerintah.

Namun tidak ada salahnya jika dipertimbangkan adanya hak suara dari mahasiswa untuk ikut memilih rektor, karena secara logika suatu perguruan tinggi baik negeri maupun swasta tidak akan ada kalau tidak memiliki mahasiwa, ujarnya.

Untuk itu lebih mewujudkan Unpar menjadi lembaga pendidikan yang mementingkan kualitas pendidikan dengan mengutamakan pengembangan penelitian, sarana prasarana, pembelajaran seperti laboratorium dan pengembangan kualiatas dosen, maka rektor yang dipilih harus mempunyai kapasitas dan komitmen merealisasikannya.

Seorang calon rektor harus mempunyai visi dan misi tersebut, tuturnya serta dapat transpanrans dalam setiap pengelolaan anggaran pendanaan yang diambil dari mahasiswa melalui SPP.

"Kami tidak ingin rektor Unpar yang terpilih nanti lebih mengutamakan pembangunan fisik walaupun penting tapi masih ada yang jauh lebih penting lagi,"tegasnya. (GR/Y006)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar