Den Haag (ANTARA News) - Bank sentral Belanda, Senin mengatakan, pihaknya menentang rencana penerapan pajak transaksi keuangan di Uni Eropa karena akan menambah biaya bank, dana pensiun dan asuransi di Belanda miliaran euro dan memperlambat pertumbuhan.

"Pengenalan pajak transaksi keuangan di Eropa tidak diinginkan," bank sentral Belanda (DNB) mengatakan dalam sebuah pernyataan dari Amsterdam, menambahkan pihaknya memperkirakan biayanya akan meningkat menjadi empat miliar euro (5,2 miliar dolar AS) per tahun, lapor AFP.

Komisi Eropa pada September mengusulkan untuk memperkenalkan pajak keuangan transaksi (FTT) di 27-negara Uni Eropa, antara lain guna mencegah spekulasi pasar.

DNB mengatakan "sangat diragukan apakah usulan tersebut akan benar-benar diwujudkan" dengan tujuan memperkecil perilaku perdagangan berisiko, "sedangkan dampak negatif pada ekonomi adalah suatu kepastian."

Dikatakan FTT kemungkinan dapat mencegah praktek-praktek seperti tingginya frekuensi perdagangan, dimana komputer secara otomatis melakukan perdagangan untuk mengeksploitasi perbedaan harga yang halus namun kritikus mengatakan itu meningkatkan volatilitas pasar.

Namun demikian, mungkin juga mendorong perusahaan-perushaan perdagangan untuk pindah atau mengambil bahkan lebih banyak risiko untuk mempertahankan pendapatan mereka, kata DNB.

"Mengejar strategi perdagangan lebih berisiko untuk melindungi margin seseorang persis akan berjalan bertentangan dengan apa yang Komisi usulkan ingin capai," katanya.

Sebuah FTT luas Uni Eropa tidak mungkin untuk melihat sebuah hari yang cerah karena Inggris, tempat bagi tiga perempat dari jasa keuangan di Uni Eropa, yang menentang.

Namun, Prancis tertarik untuk mengejar pajak dalam zona euro dan Presiden Nicolas Sarkozy pada 29 Januari mengumumkan bahwa Prancis jika perlu akan berjalan sendiri dan memaksakan 0,1 persen retribusi atas transaksi keuangan. (A026)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar