London (ANTARA News) - Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Arif Havas Oegroseno menyampaikan rasa suka cita karena hampir sejuta orang di Brusel bersedia meluangkan waktu untuk mengakses web TV VRT dan duduk selama minimal 30 menit melihat tayangan program Bali.

"Bagi TV VRT hal ini merupakan suatu hasil yang sangat luar biasa, karena pirsawan web TV memiliki keingintahuan yang lebih tinggi dari pirsawan televisi biasa," ujar Dubes Arif Havas Oegroseno kepada ANTARA London, Selasa.

Dikatakannya pirsawan web TV berasal dari kalangan yang memiliki internet akses berkecepatan tinggi dengan sistem komputer yang cangih itu berasal dari golong kelas menengah atas memiliki daya beli tinggi untuk mengambil keputusan liburan pada musim semi, musim panas dan musim dingin tahun ini.

Selama dua hari pada akhir Januari lalu , TV Belgia Vlaam Radio and Television juga menayangkan program tentang Bali selama 30 menit sebagai bagian dari promosi wisata Indonesia serta partisipasi Indonesia sebagai negara tuan rumah Brussels Holiday Fair yang diadakan dari tanggal 2 hingga 6 Februari lalu.

Penayangan ini juga disiarkan melalui web TV VRT di alamat: http://www.een.be/programmas/vlaanderen-vakantieland/thomas-op-magisch-bali.

Dari hasil pantauan TV VRT, paska penayangan di televisi, terdapat hampir sejuta pemirsa yang melihat program tentang Bali melalui website TV VRT. Tercatat pada tanggal 28 Januari terdapat 643.781 pemirsa dan 29 Januari sebanyak 309.441 pemirsa menikmati tayangan program Bali melalui website TV VRT.

Menurut rencana TV VRT juga akan menayangkan program Indonesia lainnya diantaranya tentang Lombok dan Jawa yang proses pengambilan gambar dilakukan Juni tahun lalu di berbagai obyek wisata di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Penayangan program Indonesia di televisi Belgia produksi VRT Belgia merupakan hasil kerja sama KBRI di Brussel, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi DIY, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat serta kalangan industri wisata Indonesia. (ZG)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar