China rilis peta Bulan beresolusi tinggi
Selasa, 7 Februari 2012 06:34 WIB | 2184 Views
Satelit buatan China, Chang'e 2 yang mengorbit di Bulan dan mengambil foto beresolusi tinggi. (istimewa)
Foto situs pendaratan yang direncanakan itu, bersama dengan peta utuh Bulan, akan memberikan data awal tentang misi China untuk melakukan pendaratan di Bulan.
Berita Terkait
Beijing (ANTARA News/Xinhua-OANA) - Pemerintah China pada Senin merilis peta seluruh permukaan Bulan serta beberapa gambar beresolusi tinggi yang diperoleh dari satelit kedua buatan China yang mengitari Bulan, Chang`e-2.
Peta dan gambar yang disiarkan oleh Badan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Industri untuk Pertahanan Negara China (SASTIND) itu merupakan foto dengan resolusi tertinggi seluruh permukaan Bulan yang pernah dipublikasi sejauh ini, kata Wakil Kepala Proyek Penyelidikan China mengenai Bulan, Liu Dongkui.
Gambar satelit Bumi itu difoto oleh kamera stereo piranti muatan-berpasangan (CCD) yang dipasang di satelit Chang`e-2 dari ketinggian 100 kilometer dan 15 kilometer di atas permukaan bulan selama Oktober 2010 hingga Mei 2011 lalu, demikian menurut pernyataan resmi SASTIND.
Resolusi gambar yang diperoleh dari Chang`e-2 itu 17 kali lebih baik daripada satelit buatan China sebelumnya, Chang`e-1.
"Jika ada bandar udara dan pelabuhan di Bulan, Chang`e-1 dapat mengindentifikasinya, sementara Chang`e-2 dapat mendeteksi pesawat atau kapal yang berada di dalamnya", kata akademisi dari Institut Aplikasi Penginderaan Jauh yang merupakan bagian dari Akademi Ilmu Pengetahuan China.
Dalam gambar tersebut para ilmuwan juga menemukan jejak dari pesawat Apollo yang sebelumnya dikirimkan ke bulan, kata Ilmuwan Kepala dalam proyek eksplorasi Bulan China, Yan Jun.
"Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, telah mendapatkan gambar Bulan dengan resolusi yang lebih tinggi, tetapi belum mempublikasikan gambar Bulan secara utuh dengan resolusi tujuh meter atau yang lebih baik dari itu. China berhasil melakukannya," kata Tong.
Chang`e-2, yang mengambil nama Dewi Bulan dalam sistem kepercayaan China, diluncurkan pada 1 Oktober 2010. Satelit pemantau Bulan itu dirancang untuk masa tugas selama enam bulan di angkasa, namun sejauh ini telah beroperasi selama lebih dari 16 bulan.
"Kinerja Chang`e-2 dapat dikatakan sempurna," kata Tong Qingxi.
Menurut sumber yang berada di dalam proyek Chang`e-2, satelit pemantau Bulan itu sukses menjalankan misinya pada enam bulan pertama, termasuk enam proyek dan empat program eksplorasi keilmuan lainnya.
Setelah 1 April 2011, Chang`e-2 melakukan tiga percobaan lain yang meliputi pemotretan wilayah kutub Bulan dan mengambil gamber beresolusi tinggi di Teluk Pelangi pada ketinggian 15 kilometer di atas permukaan Bulan.
Pada November 2010, Perdana Menteri China Wen Jiabao, menunjukkan gambar yang diambil satelit pemantau Bulan, sebuah wilayah bernama Sinus Iridum atau Teluk Pelangi tempat Chang`e-3 direncanakan akan mendarat.
Peluncuran Chang`e-3 dijadwalkan pada 2013, yang akan menandai pertama kalinya pesawat luar angkasa China mendarat di permukaan luar angkasa.
"Foto situs pendaratan yang direncanakan itu, bersama dengan peta utuh Bulan, akan memberikan data awal tentang misi China untuk melakukan pendaratan di Bulan," kata Tong.
Satelit Chang`e-2 kini masih mengitari titik Lagrange kedua (L2), yang terletak lebih dari 1,5 juta kilometer dari Bumi.
"Nasib satelit itu tengah dibicarakan dan belum ada keputusan akhir tentang hal itu," kata Tong Qingxi.
"Mungkin Chang`e-2 akan dibiarkan di luar angkasa setelah bahan bakarnya habis," katanya.
(P012/M014) Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com