Olivier Blanchard, kepala ekonom IMF. (istimewa)

Reformasi struktural, yang memiliki potensi di Yunani memerlukan waktu. Dan karena itu negara seperti Yunani mungkin harus melakukan sesuatu pada sisi upah juga.
Berita Terkait
Washington (ANTARA News/AFP) - Kepala ekonom Dana Moneter Internasional (IMF), Olivier Blanchard, mengatakan, Yunani harus memotong upah untuk meningkatkan daya saing dan menarik negara itu keluar dari jurang kemerosotan ekonomi.

"Yunani perlu penurunan dramatis dalam utang. Itu subjek negosiasi," kata Olivier Blanchard, di Washington, Senin

"Tetapi itu hanya setengah dari apa yang dibutuhkan, dan mungkin dengan cara itu separuh lebih mudah."

"Sisi lain adalah daya saing Anda pada dasarnya meningkatkan pertumbuhan produktivitas banyak dan cepat, dan Anda mempertahankan pertumbuhan upah yang moderat, atau Anda menurunkan upah," katanya.

"Pada dasarnya tidak ada cara mengatasinya."

Blanchard berbicara di Washington pada Carnegie Endowment for International Peace karena Yunani tetap terkunci dalam pembicaraan dengan kreditor swasta tentang pengurangan sebagian besar dari utangnya, dengan harapan Yunani akan lebih mampu menghindari gagal bayar (default).

Jika kesepakatan tercapai, IMF diharapkan untuk bergabung dengan Uni Eropa dalam penawaran Yunani lebih banyak dalam pembiayaan bailout baru -- sebelumnya diperkirakan mencapai 130 miliar euro (170 miliar dolar AS), meskipun dengan kondisi ketat untuk reformasi ekonomi.

Blanchard mengakui bahwa reformasi tidak akan cukup cepat memperbaiki ekonomi, dan bahwa dorongan untuk meningkatkan daya saing berhadap-hadapan seluruh zona euro akan menjadi penting.

"Reformasi struktural, yang memiliki potensi di Yunani memerlukan waktu. Dan karena itu negara seperti Yunani mungkin harus melakukan sesuatu pada sisi upah juga," katanya.

Namun Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos pada Senin terjebak antara tekanan Uni Eropa untuk cepat menyetujui langkah-langkah penghematan sulit, dan meningkatnya tindakan buruh, termasuk pemogokan umum yang diserukan untuk Selasa, oleh serikat menentang pemotongan upah.

(A026)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar