Brazil privatisasi tiga bandara jelang Piala Dunia 2014
Selasa, 7 Februari 2012 10:32 WIB | 950 Views
Sao Paulo (ANTARA News) - Pemerintah Brazil pada Senin melakukan privatisasi terhadap tiga bandara -- termasuk Guarulhos Sao Paulo, bandara terbesar dan tersibuk di negara itu -- pada lelang senilai 14 miliar dolar AS menjelang Piala Dunia 2014.
Tiga konsorsium yang berbeda terdiri dari operator domestik dan asing memenangkan konsesi untuk meningkatkan terminal yang kelebihan beban di bandara-bandara tersebut, untuk menangani puluhan ribu wisatawan yang diperkirakan datang untuk Piala Dunia.
Konsesi 20-tahun untuk bandara Sao Paulo dimenangkan konsorsium Invepar-CSA yang terdiri dari tiga perusahaan -- Invepar, OAS dan ACSA Afrika Selatan -- dengan tawaran lebih dari 9,4 miliar dolar AS.
Aeroportos Brasil -- terdiri dari Triunfo Participacoes, UTC Participacoes dan Egis Prancis -- memenangkan konsesi 30-tahun untuk terminal di bandara Viracopos di Campinas, negara bagian Sao Paulo dengan tawaran 2,27 miliar dolar AS.
Dan konsorsium Inframerica Aeroportos terdiri dari Engevix dan Corporacion America Argentina, memenangkan konsesi 25-tahun untuk terminal di bandara President Juscelino Kubitschek Brasilia dengan tawaran 2,6 miliar dolar AS.
Tiga bandara bersama-sama meliputi 30 persen lalu lintas penumpang udara di Brazil.
Pemenang tawaran pada Senin, tiga setengah kali lebih tinggi dari minimum yang diperlukan oleh Badan Penerbangan Sipil Nasional/National Civil Aviation Agency (ANAC).
Salah satu permintaan penting pada lelang yang diadakan bursa efek Bovespa di Sao Paulo itu adalah bahwa "pemegang konsesi dari masing-masing bandara harus menyelesaikan pekerjaan untuk Piala Dunia 2014."
Agustus lalu, Inframerica juga berhasil memengangkan tawaran untuk membangun dan mengoperasikan bandara Sao Goncalo d`Amarante dekat kota Natal di timur laut.
Ada sekitar 70 bandara publik di Brazil, dan banyak yang membutuhkan peningkatan menjelang Piala Dunia dan Olimpiade 2016 karena berlangsung di Rio de Janeiro.
Brazil, ekonomi keenam terbesar di dunia, sedang berpacu dengan waktu untuk membangun atau merenovasi 12 arena yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014, dan untuk menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur besar-besaran untuk acara olahraga utama.
(A026/A011)
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com