Prioritaskan pembangunan perhubungan Indonesia Timur
Selasa, 7 Februari 2012 13:18 WIB | 1268 Views
Jayapura (ANTARA News) - Infrastruktur perhubungan di Indonesia Timur sangat lemah padahal di kawasan itulah konon masa depan Indonesia berada. Presiden Susilo Yudhoyono meminta pembangunan disektor perhubungan di sana diprioritaskan, guna mengejar ketertinggalan dari kawasan barat.
"Permintaan Presiden SBY itu menjadi cambuk bagi departemen perhubungan dengan berupaya meningkatkan sarana dan prasarana sehingga kawasan timur makin terbuka," kata Menteri Perhubungan, EE Mangindaan, saat mresmikan kapal perintis KM.Sabuk Nusantara 29, di Jayapura, Selasa.
KM.Sabuk Nusantara 29 dapat mengangkut 400 orang dengan kecapatan
12 knot itu nantinya akan melayani route patai utara Papua yakni dari
Jayapura hingga Manokwari.
Salah satu karakteristik utama Indonesia Timur adalah perairannya yang sungguh luas. Jadi transportasi laut sangat vital.
Awalnya kapal perintislah yang melayani masyarakat, namun bila kawasan itu berkembang pesat dan ada pihak swasta yang ingin melayaninya, maka pemerintah akan memindahkan rute kapal tersebut.
"Swasta tidak mungkin mau melayari route dimana jumlah penduduk dan hasil bumi yang akan diangkut masih terbatas dan itu menjadi tugas kami," katanya.
Mantan Pangdam VIII Trikora itu mengakui, dirinya selaku koordinator koridor 6 yang meliputi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat itu berharap bisa berbuat banyak guna memajukan sektor perhubungan sehingga masyarakat tidak lagi terisolir. (E006)
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com