Presiden: tingkatkan insentif untuk petani
Selasa, 7 Februari 2012 13:52 WIB | 993 Views
Susilo Bambang Yudhoyono (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua pihak terkait untuk meningkatkan insentif berupa pendapatan tambahan bagi petani sebagai salah satu cara menjaga ketahanan pangan nasional.
"Dengan adanya insentif yang baik, maka petani mau menanam bahan pangan," kata Yudhoyono saat membuka Seminar dan Pameran Pangan Nasional "Jakarta Food Security Summit: Feed Indonesia Feed The World 2012", di Balai Sidang, Jakarta, Selasa.
Presiden mencontohkan kondisi petani di Grobokan, Jawa Tengah. Menurut dia, petani di kawasan itu awalnya tidak menanam kedelai karena harga jualnya tidak memberi keuntungan yang cukup.
Namun, ketika Yudhoyono melakukan kunjungan kerja di kawasan itu, harga kedelai di tingkat petani mencapai Rp6.000 per kilogram.
"Mereka kemudian mau menanam kembali," kata Yudhoyono.
Menurut dia, untuk mencapai ketahanan pangan, semua pihak harus berusaha maksimal.
Hal itu bisa dimulai di sektor pertanian. Bahkan, katanya, budaya sadar bahan pangan juga bisa dimulai dari keluarga dengan membiasakan diri menanam tanaman pangan di pekarangan rumah.
Yudhoyono menjelaskan, permintaan pangan dunia akan terus naik. Hal itu disebabkan jumlah manusia di bumi sudah menembus angka tujuh miliar.
Selain itu, peningkatan daya beli masyarakat juga menjadi faktor yang mendongkrak permintaan pangan.
Untuk itu, sisi produksi pangan harus mendapatkan perhatian yang cukup. Selain itu, katanya, semua pihak juga harus meningkatkan kemampuan untuk mengantisipasi berbagai ancaman terhadap stok pangan, seperti banjir dan kendala impor.
Presiden juga meminta dunia usaha, terutama yang bergerak dalam industri pangan, untuk terus berinovasi dan meningkatkan kerjasama dengan instansi atau badan internasional terkait.
(F008)
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com