Sabtu, 2 Agustus 2014

BPPT desain pabrik CPO skala mini

Selasa, 7 Februari 2012 15:21 WIB | 6.058 Views
BPPT desain pabrik CPO skala mini
BPPT (Istimewa)
Serpong (ANTARA News) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menawarkan desain pabrik CPO (minyak sawit mentah) skala mini 5-10 ton Tandan Buah Segar (TBS) per jam untuk kelompok tani dengan total lahan sawit 1,000 hingga 2.000 ha.

"Seluas 3,5 juta ha atau 43,7 persen dari luas perkebunan sawit di Indonesia tidak punya kepastian menjual TBS-nya dimana, padahal harga sawit petani jatuh jika tak segera diolah jadi CPO," kata Direktur Pusat Teknologi Agroindustri BPPT Priyo Atmaji di sela "Ekspose Teknologi Pabrik Kelapa Sawit Mini" di Puspiptek, Serpong, Banten, Selasa.

Karena itu, ujarnya, akan lebih menguntungkan jika para petani sawit bergabung dan memiliki pabriknya sendiri. BPPT telah mengembangkan Pabrik Kelapa Sawit berkapasitas 2 ton TBS per jam di Kabupaten Kampar dan 5 ton di Kabupaten Bengkalis, Riau.

Dikatakan Priyo, Biaya produksi TBS menjadi CPO di pabrik rancangan BPPT hanya Rp300-Rp500 per kg CPO, sehingga jika harga CPO mencapai Rp8.000-Rp9.000 per kg, petani masih cukup beruntung, dimana 1 kg CPO dihasilkan dari 5 kg TBS, dan harga TBS di kisaran Rp1.000 per kg.

"Biaya produksi 40 persen adalah untuk tenaga kerja dan 25 persen untuk energi. Jadi keuntungan tergantung bagaimana manajemen menekan harga dua komponen ini. Kami merancang tenaga listrik pabrik menggunakan bahan bakar serabut dan cangkang sawit, sehingga bisa lebih murah," katanya.

Sedangkan untuk tenaga kerja, pihaknya sudah menghitung, pola tiga shift 49 orang dan pola dua shift 35 orang dengan menambah jam lembur karyawan, karena pabrik didesain bekerja selama 22 jam produksi.

Biaya investasi pembangunan pabrik CPO kapasitas 5 ton TBS per jam hanya Rp17,6 miliar dan kapasitas 10 ton TBS per jam Rp28,15 miliar, katanya.

Selain sesuai untuk kelompok tani, pabrik CPO mini ini cocok untuk perusahaan perkebunan sawit dengan lahan yang terpencar-pencar dengan luasan yang kecil-kecil seperti di Sulawesi, ujarnya.

"Biasanya pabrik CPO skala besar berkapasitas hingga 30 ton TBS per jam untuk luasan lahan mencapai 6.000 ha," katanya.

Pabrik CPO BPPT, jelasnya, membutuhkan lahan 2 ha, dekat sumber air, ada akses pembuangan limbah cair dan ada akses jalan atau sungai yang mampu dilewati beban TBS dan CPO minimal 40 ton.

Pabrik CPO terdiri dari beberapa unit, seperti penerimaan buah, sterilisasi, perontokan buah, ekstraksi, pemurnian, pengeringan minyak, pengambilan serabut, nut dan kernel, unit penyimpanan CPO serta unit pengolahan limbah dan pembangkit listrik serta kantor, bengkel, lab dan pengolahan air.
(D009)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga