Timor Leste belajar penataan kota di Solo
Selasa, 7 Februari 2012 15:45 WIB | 1752 Views
Negara kami masih baru, sehingga masih perlu banyak mencari pengalaman. Solo mengembangkan daerah dengan bagus, Solo punya inisiatif untuk mengembangkan ekonomi rakyat dan hasilnya dirasakan rakyat sendiri.
Berita Terkait
Solo (ANTARA News) - Director the National Directorate of Rurall Economix Development (Nored), Timor Leste, Hermes Da Rosa Correia Barros mengaku terkesan dengan penataan perkotaan yang diterapkan di Kota Solo.
Pengalaman yang didapat di kota ini akan diterapkan di Timor Leste.
"Pengalaman apa yang saya dapat selama berkunjung di Kota Solo ini akan kami terapkan di Timor Leste, karena banyak kesamaannya," kata Hermes Da Rosa Correia Barros ketika melakukan kunjungan kerja di Solo, Selasa.
Ia mengatakan, banyak kebijakan di Pemerintah Kota Surakarta yang bisa diadopsi untuk diterapkan di Timor Leste, utamanya pada pemberdayaan ekonomi rakyat yang dikembangkan di kota ini.
Hermes mencontohkan komitmen Kota Solo dalam melakukan pembangunan pasar tradisional dan penataan pedagang kaki lima menjadi langkah yang mungkin bisa diterapkan untuk memberdayakan perekonomian masyarakat di negaranya.
"Negara kami masih baru, sehingga masih perlu banyak mencari pengalaman. Solo mengembangkan daerah dengan bagus, Solo punya inisiatif untuk mengembangkan ekonomi rakyat dan hasilnya dirasakan rakyat sendiri," katanya.
Selain menimba ilmu di bidang penataan kota, pihaknya juga ingin belajar mengembangkan kerajinan dan industri kecil serta pengembangan pariwisata dari Pemkot Surakarta. Saat ini pihaknya memiliki 27 sentra kerajinan yang dikelola masyarakat, di antaranya kerajinan parfum cendana, tenun Tais yang merupakan kain tenun tradisional Timor Leste dan handycraft dari bambu.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga mengunjugi sejumlah sentra industri kerajinan di beberapa tempat, di antaranya di Magelang dan Semarang. Selama ini, kerajinan dari Timor Leste telah dipasarkan ke sejumlah negara di antaranya China dan Australia. Selain handycraft, perekonomian Timor Leste juga ditopang dari hasi alamnya yakni kayu cendana, marmer dan minyak bumi.
Sementara itu, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Ekbangkesra) Setda Pemkot Surakarta, Enny Tyasni Susana mengatakan kunjungan kerja dari Timor Leste tersebut diikuti oleh perwakilan dari 12 Kabupaten di Timor Leste, dan diikuti pula oleh Kementerian Perekonimian Timor Leste.
"Mereka tertarik belajar penataan kota di Solo dan menjalin kerjasama dengan Pemkot Surakarta. Selain itu, Pemerintah Timor Leste juga tertarik untuk menjalin kerjasama perekonomian di bidang indutri kerajinan. Utamanya, mereka ingin menjual hasil kerajinannya ke Kota Solo," katanya.
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com