Suku bunga kredit masih berpeluang turun
Selasa, 7 Februari 2012 15:47 WIB | 1651 Views
Ilustrasi suku bunga (FOTO ANTARA/REUTERS/Tim Wimborne/djo/11)
Beberapa sektor kredit masih berpeluang turun, meski harus dilihat lebih spesifik sektor mana yang masih memiliki ruang, karena untuk kredit korporasi dan konsumsi sudah banyak turun.
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Perbanas Sigit Pramono mengatakan suku bunga kredit masih memiliki ruang untuk turun meski beberapa sektor kredit sudah mulai turun sejak beberapa waktu lalu.
"Beberapa sektor kredit masih berpeluang turun, meski harus dilihat lebih spesifik sektor mana yang masih memiliki ruang, karena untuk kredit korporasi dan konsumsi sudah banyak turun," kata Sigit di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, kredit sektor korporasi belakangan sudah banyak turun ke posisi 7,5 - 8 persen dan sektor konsumsi sudah ada bank yang menetapkan di level 7,5 - 8,8 persen.
Namun, untuk sektor kredit UMKM, lanjut Komisaris Independen BCA ini tingkatannya masih tinggi dan belum juga turun dalam beberapa waktu ini mengingat biaya operasional (overhead) yang tinggi.
"Jadi seharusnya kita fokus pada kredit UMKM agar upaya penurunannya bisa efisien," katanya.
Menurutnya, penurunan kredit sektor korporasi dan konsumer disebabkan tingginya tingkat persaingan bank di kedua sektor itu yang mengakibatkan bank bersaing menurunkan suku bunga.
"Transparansi dengan adanya Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) sangat membantu adanya persaingan ini. Sebab dengan persaingan tanpa disuruh pun bank akan menurunkan suku bunga kreditnya," katanya.
Khusus untuk suku bunga kredit UMKM, Sigit mengatakan persoalannya memang lebih rumit karena juga melibatkan instansi lain di Pemerintahan sehingga seharusnya Bank Indonesia dan Pemerintah serta perbankan melakukan pembicaraan untuk mencari solusi untuk menurunkan suku bunga kredit UMKM.
Namun, dijelaskan Sigit untuk sektor UMKM hal terpenting bukanlah tingginya suku bunga kredit, tetapi adalah akses usaha kecil dan mikro untuk mendapatkan kredit dengan mudah dan cepat.
"Yang penting bagi UMKM adalah akses yang mudah dan cepat untuk mendapatkan kredit. Suku bunga kredit di BPR masih banyak yang di atas 30 persen tetapi mereka ambil karena prosesnya cepat," kata Sigit.
Berdasarkan catatan BI, sampai November suku bunga kredit rata-rata untuk kredit modal kerja sebesar 12 persen atau turun dibanding November 2010 sebesar 12,51 persen.
Suku bunga kredit investasi 11,59 persen atau turun dibanding November 2010 11,87 persen.
Sementara suku bunga kredit konsumsi turun dari 13,90 persen pada November 2010 menjadi 13,37 persen.
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com