Sabtu, 2 Agustus 2014

96 imigran gelap masih bertahan di Tasikmalaya

Selasa, 7 Februari 2012 21:19 WIB | 1.856 Views
96 imigran gelap masih bertahan di Tasikmalaya
Sejumlah imigran gelap asal negara Timur Tengah yang selamat dari kapal karam di laut Tasikmalaya turun dari bus di markas Polres Tasikmalaya, Jabar. (FOTO ANTARA/Feri Purnama)
Tasikmalaya (ANTARA News) - Sebanyak 96 imigran gelap asal negara Timur Tengah yang diamankan Polisi Resort Tasikmalaya di wilayah Kecamatan Cipatujah, Sabtu (4/2) masih bertahan di tempat penampungan Wisma Dewi, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa.

"Ya masih dis ini, tapi ini sudah menjadi ranah Imigrasi, dan kita hanya bantu pengamanannya saja," kata Kapolres Tasikmalaya, AKBP Irman Sugema.

Pihak kepolisian, kata Irman, telah menyerahkan seluruh imigran gelap tersebut bersama barang-barang yang dibawa para imigran kepada pihak Imigrasi.

Sedangkan peran kepolisian, Irman menegaskan, hanya pengamanan di lingkungan Wisma Dewi, khawatir para imigran tersebut melarikan diri seperti kejadian setelah mereka diamankan di markas Polres Tasikmalaya.

"Kita menunggu keputusan dari pusat, apakah mau dikirim kemana, jadi kita disini hanya pengamanan," tegasnya.

Berdasarkan pemeriksaan kepolisian terhadap para imigran tersebut, kata Irman, terdapat seseorang memiliki kelengkapan dokumen resmi seperti paspor.

"Yang menunjukan memiliki dokumen itu baru satu orang, mungkin saja mereka (para imigran) masih menyembunyikan atau menyimpan dokumen, dan masalah ini yang didalami pihak Imigrasi," katanya.

Sementara itu kepolisian sudah menetapkan tersangka warga negara Indonesia yang terlibat dalam pengiriman imigran gelap tersebut ke negara Australia.

Para tersangka tersebut, tujuh orang diantaranya ditangkap polisi ketika mengawal para imigran menggunakan bus menuju kawasan laut Cipatujah, Tasikmalaya, dan dua oran ABK yang membawa imigran menuju perairan laut.

"Sembilan orang tersangka, termasuk supir bus dan kondektur, kemarin (Senin) sudah kita limpahkan ke Polda untuk pendalaman materi dan pengembangan," katanya.
(U.KR-FPM/Y003)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga