Jakarta (ANTARA News) - Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah akan melakukan impor minyak apabila target "lifting" sebanyak 950.000 barel per hari dalam APBN 2012 tidak tercapai.

"Kita akan menambah kebutuhan impor minyak untuk dalam negeri," katanya saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Namun, Bambang menyebutkan opsi tersebut akan dilakukan, menunggu realisasi "lifting" minyak saat ini. "Kita lihat dulu apakah 950.000 barel per hari bisa terealisasi tidak," ujarnya.

Bambang mengatakan pemerintah juga akan mendorong produksi minyak dari Blok Cepu untuk mencapai target "lifting" sebanyak 1,1 juta barel per hari pada 2014.

"Intinya untuk percepatan target 2014, pemerintah memastikan blok cepu beroperasi penuh menjelang 2014," ujarnya.

Sedangkan terkait pengaturan BBM bersubsidi, Bambang menegaskan apabila hal tersebut tidak diberlakukan maka kuota volume akan meningkat sebanyak empat juta kilo liter dari target sebesar 40 juta kilo liter dan membebani anggaran subsidi.

"Kalau tidak dilakukan dari 40 juta kilo liter bisa lompat ke 44 juta kilo liter. Ya kita tidak mau itu. Empat juta kilo liter tinggal hitung besaran subsidi per liter," katanya. katanya.

Menurut dia, kalau opsi pengaturan tersebut tidak berjalan dengan lancar dan harga ICP minyak jauh dari asumsi yang ditetapkan sebesar 90 dolar AS per barel maka pemerintah akan mempertimbangkan revisi APBN 2012.

"Nanti kita lihat. Kita bukan yang tentukan, karena Kementerian ESDM yang tahu kondisinya," ujarnya.

Namun, Bambang mengatakan pengajuan APBN Perubahan belum akan dilakukan dalam dekat.

"Sepertinya belum. Sekarang baru satu bulan, kita liat realisasi, intinya kita ingin menjaga APBN," ujarnya.
(T.S034/A023)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar