Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden Boediono meminta agar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) lebih memperhatikan komunitas nelayan.

"Perumusan program-program aspek membangun komunitas nelayan menjadi prioritas yang sangat tinggi. Apapun kita membangun muaranya adalah untuk warga negara," kata Wapres saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rakornas KKP 2012 di Jakarta, Selasa.

Menurut Wapres, dari sekitar 70 ribu desa yang masih tertinggal, 10 ribu diantaranya desa nelayan. Hal ini. Menurut Wapres juga menjadi tanggungjawab Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Wapres mengatakan, dalam kunjungannya ke beberapa desa nerlayan, didapati masih rendahnya tingkat kesejahteraan para penduduk dan kualitas pemukiman. Kualita pemukiman para nelayan ini, menurut Wapres masih ketinggalan bila dibandingkan pedesaan berbasis pertanian.

Wapres juga mengungkapkan, dalam dialog dengan para nelayan, didapati pendapatan mereka yang masih sangat rendah.

"Agak terkejut sebuah keluarga dengan enam anak, dan berapa penghasilnya Rp30 ribu perhari," kata Wapres.

Wapres menambahkan, konsep Keluarga Berencana (KB) di kalangan nelayan juga belum berhasil. Para nelayan dan penduduk yang tertinggal menurut dia, lebih banyak memiliki keturunan dibandingkan mereka yang telah sejahtera.

Untuk itu, KB menurut dia perlu digalakan kembali. Ia menyadari dalam beberapa tahun ini, program KB terabaikan. Padahal program KB juga mendukung upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

Selain itu, Wapres juga menyampaikan agar teknik budidaya ditingkatkan dan disebarluaskan di kalangan nelayan.

Menurut Wapres, teknik budidaya ikan merupakan salah satu solusi dalam mengatasi situasi iklim dan cuaca yang tak menentu. Cuaca yang seringkali menjadi kendala bagi para nelayan melaut. Selain itu juga mengatasi kekurangan kapal untuk para nelayan.
(T.M041)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar