Apindo harapkan kenaikan TDL tidak bebani pengusaha
Rabu, 8 Februari 2012 06:59 WIB | 1882 Views
Kudus (ANTARA News) - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengharapkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tidak terlalu membebani pengusaha.
"Sebetulnya, kami keberatan dengan rencana kenaikan TDL karena pengusaha sudah terbebani dengan biaya operasional saat ini," kata Sekretaris Apindo Kudus Hamidin di Kudus, Rabu.
Bahkan, kata dia, pengusaha juga baru saja menyesuaikan upah pekerja sebagaimana ketentuan upah minimum kabupaten (UMK) 2012.
Selain itu, lanjut dia, kenaikan TDL juga berpotensi memicu kenaikan harga bahan baku, suku cadang mesin, dan bahan penunjang kegiatan produksi lainnya.
Menurut dia, pengusaha tidak hanya sekadar berharap persentase kenaikan TDL untuk industri tidak memberatkan pengusaha, tetapi Pemerintah juga memberikan fasilitas atau kebijakan yang bisa meringankan dunia industri dari dampak kenaikan TDL.
"Jika memungkinkan, kami berharap mendapatkan penundaan pembayaran tagihan rekening listrik," ujarnya.
Apabila rencana kenaikan TDL tersebut benar-benar terealisasi, kata dia, masing-masing pengusaha akan melakukan evaluasi dan menghitung ulang biaya produksi yang ditanggung sebagai dasar dalam pengambilan keputusan nantinya.
Terkait dengan rencana kenaikan TDL tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik ketika berkunjung ke Jepara pada hari Senin (6/2) mengatakan bahwa rencana kenaikan TDL memang sudah sesuai dengan UU, yang disebutkan mulai 1 April 2012.
Saat ini, kata Menteri ESDM, rencana kenaikan TDL tersebut sedang dibahas, dan sudah diperhitungkan oleh Pemerintah.
Ia memperkirakan kenaikan TDL hanya mengganggu keseimbangan kondisi perkonomian di Tanah Air sebentar saja, kemudian terjadi keseimbangan baru.
"Setelah seimbang, tentunya akan normal lagi. Hal serupa juga terjadi ketika TDL masih murah, kemudian dinaikkan akan mengganggu sebentar, lalu terjadi keseimbangan lagi," ujarnya. (AN/D007)Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com