"Saya menyambut gembira dan ini juga merupakan tantangan," ujar Sri Mulyani Indrawati menjawab pertanyaan koresponden ANTARA News London sehubungan dengan ditunjuknya Indonesia menjadi pemimpin Kelompok 77 dan China (G-77 dan China) di forum UNCTAD Chapter Jenewa periode 2012, usai memberikan ceramah umum di LSE London.
Sri Mulyani yang disebut-sebut sebagai The 100 Most Powerful Women oleh Forbes menyampaikan kuliah umum yang diadakan di London School Economi (LSE) yang dihadiri sekitar 400 mahasiswa dari berbagai bangsa di Teater Sheikh Zayed, New Academic Building, London School of Economi (LSE) London, Selasa malam.
Dalam kuliah umum yang bertemakan "Crises and Revolutions: The Reshaping of Interational Development", dengan moderator Chairman LSE Professor Robert Wade juga hadir Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris T.M Hamzah Thayeb dan mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu di universitas bergengsi itu.
Mantan menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Kabinet Indonesia Bersatu, mengatakan Indonesia yang juga masuk menjadi anggota kelompok G20, merupakan suatu kehormatan bagi bangsa Indonesia dan juga menjadi tantangan yang harus bisa dilaksanakan dengan sebaik dan prestasi yang baik.
Menurut mantan Menteri Keuangan, Indonesia sama seperti beberapa negara middle income lainnya sekarang diharapkan menjadi pemimpin diantara kelompok negara berkembang dalam rangka untuk menyeimbangkan tidak hanya pandangan tetapi juga membentuk kebijakan-kebijakan ekonomi dunia.
Sri Mulyani yang dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets itu mengharapkan Indonesia dapat menjadi penyeimbang dalam rangka memperhatikan kepentingan semua pihak secara seimbang.
Dengan menjadi pemimpin di Kelompok 77 bersama China di UNTAD berarti tanggung jawab Indonesia lebih besar dan Indonesia harus bisa membuktikan bahwa Indonesia bisa dan mampu menjadi pemimpin yang kredible, ujarnya.
Dikatakannya Indonesia juga harus menunjukkan pencapaian, kebijaksanaan dan praktek yang baik dalam berbagai bentuk seperti good government, pemberantasan korupsi dan lain lain.
Indonesia memperoleh kehormatan dan kepercayaan masyarakat internasional untuk memimpin Kelompok 77 dan China (G-77 dan China) di forum UNCTAD Chapter Jenewa periode 2012.
Serah terima Keketuaan G-77 dan China dilakukan dari Wakil Tetap Zimbabwe, Duta Besar James Manzou kepada Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya, Duta Besar Dian Triansyah Djani yang berlangsung di gedung PBB, di Jenewa, Senin lalu.
Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya, Duta Besar Dian Triansyah Djani mengatakan kepercayaan ini merupakan cermin keberhasilan Indonesia di forum internasional.
"Kepercayaan ini merupakan cermin keberhasilan sekaligus pengakuan masyarakat internasional terhadap kiprah dan kontribusi diplomasi Indonesia di berbagai forum ekonomi multilateral," ujar Dubes Djani sesaat setelah acara serah terima tersebut.
Dikatakannya sebagai Ketua G-77 dan China, Indonesia akan menindaklanjuti keketuaannya dalam bentuk berbagai aksi yang konkrit, realistis, dan pragmatis.
"Selain mengkoordinasikan posisi bersama dan menyuarakan kepentingan negara berkembang di forum multilateral, Indonesia akan berupaya menjalankan kepemimpinan G-77 dan China dengan pendekatan yang eksploratif, inovatif dan kreatif, tidak sekedar business as usual," demikian Dubes Djani.
G-77 dan China adalah sebuah Kelompok yang didirikan di Jenewa, tanggal 15 Juni 1964 dan beranggotakan 132 negara berkembang. Kelompok ini bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan negara berkembang di forum PBB dan forum multilateral lainnya.
(ZG)
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2012


