Tak dikelola sungai-sungai di Banjarmasin bisa timbulkan bencana
Rabu, 8 Februari 2012 08:52 WIB | 2325 Views
Peta kota Banjarmasin. (istimewa)
Bencana kota ini bisa berupa banjir karena itu perlu mendapatkan perhatian dan pengelolaan dengan lebih baik.
Berita Terkait
Banjarmasin (ANTARA News) - Wilayah Kota Banjarmasin ibukota Provinsi Kalimantan Selatan termasuk dalam tipologi Kota Sungai yang kalau tidak dikelola secara baik bisa menimbulkan bencana di kota ini.
"Oleh karena itu, dalam perencanaan kota ke depannya sungai-sungai di Banjarmasin akan dikelola dengan baik," kata Ketua Bappeda Banjarmasin, Ir Fajar Desira, di balaikota Banjarmasin, Rabu.
Apalagi arah pembangunan Kota Banjarmasin adalah memanfaatkan sungai-sungai tersebut sebagai potensi ekonomi, setelah tidak adanya lagi lahan hutan, lahan tambang, atau lahan pertanian, katanya.
Berdasarkan catatan sungai di Banjarmasin tercatat 104 buah, dan 74 buah diantaranya kini masih terpelihara dengan baik, selebihnya sudah mati akibat sedimentasi dan tercemar berat oleh limbah sampah termasuk gulma.
Bila sungai tersebut dikelola tentunya akan menguntungkan, tetapi bila tidak dikelola maka bencana pun akan menghadang, tuturnya.
"," katanya.Bencana kota ini bisa berupa banjir karena itu perlu mendapatkan perhatian dan pengelolaan dengan lebih baik
Menyinggung pendapat Kasubdin Dirjen Penataan Ruang Kementerian PU, DR Ir Andi J Widiantono saat berbicara pada diskusi terbatas dengan mengambil tema Kota Cerdas Perubahan Iklim di balaikota belum lama ini Fajar menyebutkan kondisi Banjarmasin memang riskan bencana.
Apalagi jika melihat kondisi saat ini, kota ini berada sekitar 0,16 meter di bawah dari permukaan air laut tentu saja membutuhkan penanganan yang cukup serius.
Karena itu, untuk konsep pembangunan dan pengembangan kota harus mengacu dan mendasarkan atas kota Sungai. Seharusnya mulai sekarang kota yang berjuluk "seribu sungai" ini, melakukan langkah kewaspadaan terhadap fenomena itu, terutama terhadap perubahan iklim yang terjadi saat ini.
Caranya, dengan melakukan penataan ruang yang baik serta membuat data baru dan akurat terkait kerentanan wilayah.
Demikian juga cuaca ekstrim bisa ditandai dengan, curah hujan tinggi, kemarau yang tidak beraturan, perubahan temperatur udara, dan naiknya permukaan air laut, jadi itu yang harus diwaspadai dan tidak boleh lengah.
Khusus penanganan yang menyeluruh, perlu melihat kepada cara pandang wilayah secara keseluruhan. Artinya pola pembangunan yang dilakukan memadukan aspek lingkungan hidup, sosial dan ekonomi, ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup.
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com