Kairo-Washington tegang
Rabu, 8 Februari 2012 16:48 WIB | 2172 Views
Kairo (ANTARA News) - Utusan tentara Mesir mendadak mempersingkat kunjungannya ke Amerika Serikat, dengan membatalkan beberapa pertemuan dengan para pejabat negara adidaya itu karena perbedaan sikap, kata media massa setempat.
Kantor berita Mesir MENA, Rabu, melaporkan bahwa utusan itu dipanggil pulang karena terjadi perbedaan tajam menyangkut lembaga swadaya masyarakat (LSM) Amerika Serikat di Mesir yang tersangkut masalah hukum di Mesir.
Suratkabar semi-pemerintah Mesir "Al Ahram" haru ubu menulis judul berita di halaman muka "Konflik Kairo dengan Washington meruncing".
Utusan Mesir itu sedianya bertemu juga dengan beberapa anggota Kongres Amerika Serikat, namun mendadak dibatalkan dan kembali ke Kairo hari ini.
Menteri Perencanaan dan Kerjasama Antarbangsa Mesir Faizah Abu Naga mengungkapkan, pemerintah Mesir menolak keras campur tangan asing dan membela penggerebekan terhadap LSM tersangkut masalah hukum.
Ia menduga LSM Amerika Serikat itu memperoleh dana gelap asing untuk campur tangan di Mesir.
"Dalam empat bulan pada Maret-Juni 2011, LSM itu memeroleh 175 juta dolar Amerika Serikat (Rp1,75 triliun) dana gelap asing," kata wanita menteri itu dalam rapat kerja dengan Komisi Hak Asasi Manusia DPR pada Selasa.
Nilai dana asing bagi LSM itu meningkat tajam jika dibandingkan dengan dana serupa dalam empat tahun, 2006-2010 yang hanya 60 juta dolar (lebih kurang Rp600 miliar), katanya.
Bulan lalu, pihak berwenang Mesir menggerebek 17 kantor LSM, tiga di antaranya diduga didanai pemerintah AS.
Ketiganya adalah Internasional Republican Institute, National Democratic Institute dan Freedom House.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengecam keras penggerebekan LSM tersebut, sementara Duta Besar Amerika Serikat untuk Mesir Ann Peterson menolak menanggapi dugaan pendanaan gelap atas LSM tersebut.(*)
M043/B002Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com