Antam gelar simulasi tanggap darurat kebakaran
Rabu, 8 Februari 2012 20:12 WIB | 2172 Views
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memproyeksikan dapat memproduksi emas sebanyak 3,3 juta ton pada tahun depan (ANTARA News/Lukisatrio)
Berita Terkait
Kolaka, Sultra (ANTARA News) - Perseroan Terbatas Aneka Tambang (PT Antam) Tbk UPBN Sultra menggelar simulasi tanggap darurat dalam penanganan peristiwa kebakaran.
Simulasi itu melibatkan kalangan manajemen BUMN sebanyak 150 orang dan 16 orang tim fire rescue dan emergency respon group (ERG), kara Senior Vice Presiden PT Antam Tbk UPBN Sultra, Tedy Badrujaman, di sela kegiaan tersebut di Kolaka, Rabu.
Ia mengatakan bahwa simulasi yang dilakukan perusahaan pelat merah itu merupakan kegiatan reguler dan dilakukan secara bervariasi dengan beberapa lokasi yang dianggap rawan kebakaran.
"Simulasi ini dilakukan untuk melihat kesigapan karyawan dalam mengantisipasi kebakaran jika sewaktu-waktu terjadi," katanya.
Dijelaskan, simulasi ini dilakukan oleh semua unsur yang ada di PT Antam, termasuk tim emergency respon group (ERG) yang bisa membantu menyelamatkan korban.
Menurut dia, keterlibatan semua unsur itu dalam menangani korban jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran dan ini sangat berguna dalam menghadapi kondisi-kondisi darurat.
"Ini juga sebagai salah satu sertifikasi Oksas dari sistem yang kami adopsi di Aneka Tambang, bahkan kegiatan ini rutin dilakukan dalam tiga kali setahun dan di berbagai tempat yang berbeda di dalam lingkup PT Antam, terutama di lingkungan pabrik," kata Tedy.
Tedy mengatakan bahwa peralatan penyelamatan yang dimiliki PT Antam cukup lengkap, seperti mobil pemadam kebakaran, mobil ambulans, bahkan peralatan penyelamatan di daerah ketinggian seperti perahu karet.
"Beberapa alat perahu karet seperti yang dilakukan tim ERG PT Antam beberapa waktu lalu telah membantu melakukan evakuasi korban saat tenggelamnya KMP Windu Karsa di perairan Kolaka," ujarnya.
Tedy mengatakan bahwa PT Antam selama ini telah memberikan kontribusi, terutama dalam melayani masyarakat sekitar wilayah Pomalaa ketika membutuhkan pertolongan darurat terkait dengan kebakaran.
"Selain membantu masyarakat secara luas, pihak pemadam kebakaran PT Antam juga membantu perusahaan lain yang ada di wilayah ini serta Pemerintah Kabupaten Kolaka," ujarnya.
Oleh karena itu, Tedy berharap melalui kegiatan simulasi ini, semua karyawan PT Antam bisa tanggap ketika menghadapi kondisi-kondisi darurat seperti ini.
"Paling tidak ketika ada kejadian seperti ini semua karyawan sudah bisa menyelamatkan diri sendiri serta aset perusahaan," ujarnya.
(T.L004/D007)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com