Jambi (ANTARA News) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan ada dua pilihan pembangunan terpenting bagi kemajuan ekonomi di Jambi yakni pengerukan sungai Batanghari atau pembangunan jalan di daerah itu.

"Tidak mungkin kedua pilihan pembangunan itu dilakukan bersamaan karena biayanya sangat tinggi. Harus memilih satu pilihan yang benar benar bermanfaat bagi pembangunan ekonomi dan masyarakat di Jambi," ujar Dahlan Iskan saat menghadiri acara Hari Pers Nasional di Jambi, Rabu.

Menurut dia, Provinsi Jambi merupakan salah satu kawasan strategis di Sumatra yang juga masuk dalam salah satu zona ekonomi khusus di Indonesia.

Untuk itu, diperlukan percepatan pembangunan infrastruktur untuk menunjang peningkatan ekonomi dalam upaya memberdayakan potensi daerah.

Dengan adanya percepatan pembangunan infrastruktur itu diharapkan akan banyak investor dari luar masuk ke Provinsi Jambi.

"Khusus untuk pembangunan jalan, pemerintah pusat ada rencana membangun jalur khusus yang menghubungkan Kabupaten Sarolangun di barat Jambi dengan daerah Ujung Jabung, Jambi yang merupakan daerah luar dan berbatasan langsung dengan laut China Selatan," jelasnya.

Namun disisi lain, ada opsi pengerukan sungai Batanghari yang membelah Jambi sebagai alternatif lain menjadi jalur ekonomi dari kawasan Barat Jambi menuju kawasan hilir di pantai timur provinsi itu.

Akan tetapi, apabila dua opsi tersebut dilakukan secara bersamaan dikhawatirkan akan membebani keuangan daerah maupun pemerintah pusat. Sehingga, daerah diharapkan melakukan kajian khusus untuk memilih mana pilihan terbaik dari dua opsi tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi Fauzi Ansyori mengatakan, pemerintah daerah berharap kedua pilihan pembangunan tersebut bisa dilakukan bersamaan.

"Mengingat penting artinya pembangunan jalan sebagai akses utama di Provinsi Jambi. Namun, dengan adanya pengerukan alur sungai juga sangat penting untuk mempermudah akses hasil pertanian, perkebunan dan pertambangan di Jambi," ujarnya.

Menurut dia, ribuan ton hasil produksi sawit, karet dan pertambangan Jambi saat ini didistribusikan melalui jalur darat. Imbasnya adalah, kerusakan jalan akibat banyak angkutan berat membawa beban melebihi tonase.

"Jadi selain jalan diperbaiki, pengerukan arus sungai bisa dijadikan opsi bagi distribusi hasil sawit, karet maupun tambang yang selama menjadi masalah utama. Sehingga, dampak akan kerusakan jalan bisa dikurangi dengan kembali memfungsikan jalur sungai sebagai jalur khusus distribusi sawit, karet dan tambang itu," tambahnya.
(T.KR-BS/M027)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar