TBIG beli 2.500 menara telekomunikasi Indosat
Rabu, 8 Februari 2012 23:24 WIB | 1091 Views
Ilustrasi Menara Telekomunikasi. (FOTO ANTARA/Reno Esnir)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah menandatangani perjanjian dengan PT Indosat Tbk (ISAT) untuk pembelian 2.500 aset menara telekomunikasi dan penyewaan tempat kepada Indosat senilai 406 juta dolar AS.
"Perjanjian pembelian menara itu juga ada potensi tambahan "earn-out" sampai maksimum sebesar 113 juta dolar AS," kata Chief Executive Officer TBIG, Hardi Wijaya Liong dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.
Ia mengemukakan, pembayaran 406 juta dolar AS itu akan dilakukan dalam bentuk kas dan saham baru TBIG yang akan diterbitkan.
"Penerbitan saham baru itu akan didasarkan pada `trailing` harga pasar dalam periode sebelum `closing`, dan saham baru itu akan mewakili sekitar lima persen dari modal TBIG setelah penerbitan saham baru," katanya.
Menurut dia, ketentuan perjanjian itu, Indosat akan menyewa semua 2.500 menara, sebagai anchor tenant, dengan TBIG untuk jangka waktu minimum 10 tahun.
"Transaksi ini akan dibiayai oleh Perseroan dengan menggunakan pinjaman bank, penerbitan saham baru untuk Indosat dan pembiayaan internal," kata dia.
Ia memaparkan, akuisisi 2.500 aset menara itu (termasuk penyewaan dari Indosat dan pihak ketiga) akan menambah jumlah "sites" TBIG menjadi 7.368 sites dan penyewaan menjadi lebih dari 10.000 penyewaan.
"Dengan demikian pendapatan dan EBITDA TBIG akan segera mengalami peningkatan, dan manfaat skala ekonomi (economies of scale) buat TBIG akan bertambah. Transaksi ini diharapkan akan selesai pada Q2 2012," kata Hardi.
Sementara, Presiden Direktur dan CEO Indosat, Harry Sasongko menambahkan, perjanjian jual beli dan penyewaan kembali sejumlah 2.500 unit menara telekomunikasi itu setara 25 persen dari total aset menara perseroan dengan TBIG dan anak usahanya PT Solusi Menara Indonesia.
"Nilai transaksi menara-menara itu sekitar 519 juta dolar AS yang dibagi atas pembayaran dimuka sebesar 406 juta dolar AS dan potensi pembayaran maksimal yang ditangguhkan sebesar 113 juta dolar AS," paparnya.
Dikemukakan, transaksi itu merupakan bagian dari strategi Indosat untuk meningkatkan produktivitas aset non inti di tengah persaingan dalam industri telekomunikasi.
Dengan demikian, lanjutnya, perseroan diharapkan lebih fokus pada layanan inti nirkabel dan mengoptimalkan operasi dan biaya.
"Penyelesaian transaksi tunduk pada berbagai persetujuan termasuk dari pemegang obligasi dan kreditur Indosat serta pemegang saham tertentu Tower Bersama," katanya.
(T.KR-ZMF/B012) Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com