Jembatan Barito atau masyarakat lokal menyebutnya Jembatan Bakut sesuai nama delta (pulau kecil) yang ada dibawahnya. Jembatan yang di resmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1997 ini memiliki panjang 1.082 m dan lebar 10,37 m (flickr.com/photos/aganflickr)

harus melakukan pemeliharaan yang lebih komprehensif, tetapi masih aman dilewati,"
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Tujuh jembatan panjang di berbagai wilayah Indonesia dalam pemantauan komprehensif dan terus menerus menyusul kasus runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.

Ketujuh jembatan tersebut yakni, jembatan Rumbai Jaya (Riau), Siak Tiga (Riau), Barito (Banjarmasin), Mahakam I (Kutai Kartanegara), Talumolo (Gorontalo), Batang hari (Jambi), dan Musi II (Palembang).

Tujuh jembatan yang harus dipantau itu adalah bagian dari 41 jembatan panjang di Indonesia yang telah diteliti oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

"Waspada dalam arti kita sebagai pembina harus melakukan pemeliharaan yang lebih komprehensif, tetapi masih aman dilewati," kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Achmad Hermanto Dardak, usai rapat dengar pendapat Komisi V DPR RI, Rabu.

"Kita punya kaidah-kaidah, misal yang korosi dicat agar berkaratnya tidak terus menerus dan kekuatan tidak menurun. Tetap,i kalau ada komponen secara struktur sudah menuju lemah harus diganti," jelasnya.

Dana dari monitoring tersebut merupakan dana rutin  Kementerian Pekerjaan Umum. "Ini baru monitoring belum sampai penanganan," ujar Achmad. Dia juga mengatakan akan segera melakukan program untuk tindakan lebih lanjut.

Wakil menteri juga mengemukakan hasil dari monitoring sudah disampaikan kepada masing-masing daerah tersebut."Untuk jembatan musi II perlu monitoring lebih rinci," katanya.
(M047)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar