Harga minyak naik karena cuaca dingin parah di Eropa
Kamis, 9 Februari 2012 06:02 WIB | 1897 Views
Brent Nort Sea sedang terus naik karena cuaca dingin di Eropa dan kami tidak memiliki musim dingin seperti di sini.
Berita Terkait
New York (ANTARA News/AFP) - Harga minyak ditutup sedikit lebih tinggi di New York pada Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB) meskipun permintaan di Amerika Serikat melemah, terangkatnya "rebound" permintaan Brent di London akibat cuaca dingin yang parah melanda Eropa.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, bertambah 30 sen menjadi mengakhiri sesi di 98,71 dolar AS per barel.
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret bertambah 97 sen menjadi menetap di 117,20 dolar AS per barel.
Departemen Energi AS, Rabu mengatakan, persediaan minyak mentah bensin dan distilat Amerika, semuanya naik minggu lalu.
Permintaan energi masih lemah di negeri ini: konsumen minyak terbesar di dunia menggunakan rata-rata 18,1 juta barel per hari dalam empat pekan terakhir, atau 4,8 persen tingkat tahun lalu.
Tetapi meningkatnya kesenjangan harga antara WTI dan Brent menarik kontrak berjangka New York lebih tinggi, kata Tom Bentz di BP Paribas.
"Brent Nort Sea sedang terus naik karena cuaca dingin di Eropa dan kami tidak memiliki musim dingin seperti di sini," kata Bentz.
Selain itu, pedagang tetap fokus pada perkembangan krisis utang Yunani -- "apakah mereka akan melakukan kesepakatan atau tidak" -- selain itu fokus pedagang juga tertuju pada Iran, di mana anggota parlemen Iran pada Rabu memasuki masa reses selama hampir sebulan tanpa mengambil tindakan apapun pada rancangan undang-undang untuk memberlakukan embargo minyak pendahuluan pada negara-negara Uni Eropa.
Sebaliknya mereka (parlemen Iran, Red) mendukung persiapan "tindakan balasan" oleh kementerian minyak dan perdagangan dan meminta "pelanggan Iran di Eropa digantikan dengan pelanggan dari negara lain."
Iran merupakan produsen terbesar kedua di OPEC, di belakang Arab Saudi. Hampir 20 persen dari ekspor minyaknya ditujukan ke negara-negara Uni Eropa, terutama Italia, Spanyol dan Yunani. Sebagian besar sisanya ke Asia, terutama China, India, Jepang dan Korea Selatan.
Negara-negara Barat telah meningkatkan tekanan embargo dan sanksi terhadap Iran, menuduh negara itu berusaha untuk mengembangkan kemampuan senjata nuklir. Teheran membantah itu, bersikeras program atomnya hanya untuk tujuan sipil.
(A026)Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com