Batam rawan penyelundupan produk berbahaya
Kamis, 9 Februari 2012 10:31 WIB | 2995 Views
Ilustrasi bahan berbahaya (FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana)
Posisi Batam yang strategis menjadikan rentan terhadap penyelundupan baik makanan maupun obat-obatan terlarang yang membahayakan kesehatan.
Berita Terkait
Batam (ANTARA News) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucky Oemar Said, mengatakan, Kota Batam rawan penyeleundupan produk makanan dan obat-obatan terlarang yang bisa membahayakan masyarakat sehingga perlu pengawasan khusus.
"Posisi Batam yang strategis menjadikan rentan terhadap penyelundupan baik makanan maupun obat-obatan terlarang yang membahayakan kesehatan," kata dia saat acara Rapat Kerja Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan di Harmoni One Hotel Batam, Kamis.
Dalam beberapa kali razia yang dilakukan di Batam dan Tanjungpinag beberapa waktu lalu, ditemukan banyak jenis makanan seperti kue kering, cokelat, minuman ringan, asal luar negeri yang tidak memiliki izin BPOM dan mengandung bahan berbahaya.
Selain itu ditemukan banyak jenis obat kuat, jamu, dan kosmetik asing yang bila dikonsumsi juga membahayakan kesehatan masyarakat.
"Kami memerlukan kerjasama dengan pihak terkait lain untuk melakukan pengawasan agara barang-barang berbahaya tersebut tidak masuk dan beredar di dalam negeri dan merugikan masyarakat," kata dia.
Ia mengatakan, walaupun sumber daya manusia (SDM) BPOM masih terbatas, namun bukan alasan membiarkan produk-produk yang berbahaya tersebut beredar luas di masyarakat.
"BPOM akan lakukan evisiensi sumberdaya dan efektivitas system kerja agar bisa bisa memberi perlindungan bagi masyarakat," kata Lucky.
Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Sekda Kepri) Suhajar Diantoro mengatakan sangat mungkin makanan-makanan berbahaya dari negara asing bereda di daerah perbatasa seperti Kepri. Ia meminta peran BPOM untuk mencegah dan mengangkalnya.
"Jajanan dan makanan ringan asing harus mendapat perhatian serius," kata dia.
Namun, Suhajar juga berharap pengawasan yang dilakukan jangan sampai menganggu perekonomian masyarakat.
"Pemerintah Kepri memberikan dukungan penuh bagi BPOM untuk melakukan pengawasan obat dan makanan yang membahayakan agar tidak merugikan masyarakat," kata Suhajar. (ANT)
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com