Medan (ANTARA) - Pengusaha asing menguasai pembelian kopi petani di sentra produksii Indonesia menyusul modal kerja yang lebih murah. Dengan modal kerja yang murah, pengusaha asing membeli komoditas dengan harga yang tinggi.

"Modal kerja pengusaha asing yang lebih murah itu dampak dari suku bunga kredit di luar negeri yang rendah sekitar 3 persen atau jauh lebih murah dari bunga kredit perbankan di dalam negeri,"kata Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Suyanto Hussein, di Medan, Kamis.

Pengusaha dalam negeri kesulitan melakukan pembelian karena harga ekspor yang tidak seimbang dengan harga lokal.

Dia memberi contoh, dengan harga kopi lokal asalan yang Rp58.000 per kg, harga ekspor kopi seyogianya 7,5 dolar AS per kg, sementara importir hanya menawar 7,15 dolar AS per kg.

"Pengusaha asing semakin leluasa membeli kopi petani karena mereka juga tidak harus punya modal besar lainnya seperti investasi pembangunan kantor atau pabrikan. Apalagi, tidak ada kewajiban melapor ke AEKI," katanya.

"Pedagang asing hanya datang, bawa dolar, sewa gudang sementara lalu bisa ekspor kopi, sementara pengusaha lokal harus investasi dan dengan berbagai kutipan,"katanya.

AEKI berharap, pemerintah membantu pengusaha dengan meminta perbankan menurunkan suku bunga kredit dan membuat kebijakan yang bisa membatasi asing membeli kopi petani.

Pengamat ekonomi Sumut, Jhon Tafbu Ritonga, menyebutkan, pemerintah harus menjaga kelangsungan usaha pengusaha dalam negeri dari serbuan pemodal asing yang setiap saat bisa "lari" lagi ke negaranya tanpa meninggalkan keuntungan berarti.
(ANT)