Jakarta (ANTARA News) - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate 25 basis poin (bps) dari enam persen menjadi 5,75 persen.

Kabiro Humas BI Difi A Johansyah di Jakarta, Kamis mengatakan keputusan itu diambil karena inflasi terus menunjukkan penurunan, sementara perekonomian masih tumbuh menguat.

"Perekonomian Indonesia masih kuat meskipun pertumbuhan lebih lambat. Triwulan I-2012, pertumbuhan ekonomi diprediksi 6,5 persen. Di 2012 secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi cenderung menyentuh batas bawah 6,3 persen. Sedangkan inflasi terus menunjukkan penurunan," kata Difi Johansyah.

Rapat Dewan Gubernur BI menyebutkan, keputusan ini diambil sebagai langkah lanjutan untuk memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah menurunnya kinerja ekonomi global, dengan tetap mengutamakan pencapaian sasaran inflasi dan stabilitas nilai tukar Rupiah.

Dengan keputusan BI Rate ini, maka koridor bawah dan atas suku bunga operasi moneter Bank Indonesia masing-masing menjadi 3,75 persen untuk fasilitas simpanan o/n (deposit facility rate) dan 6,75 persen untuk fasilitas pinjaman o/n (lending facility rate).

Ke depan, Bank Indonesia akan terus mewaspadai risiko memburuknya perekonomian global dan dampak kebijakan Pemerintah di bidang energi, dan akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta koordinasi kebijakan dengan Pemerintah.
(D012/A011)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar