Timika (ANTARA News) - Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Ramdani Sirait yang dihubungi dari Timika, Kamis mengatakan PT Freeport sangat prihatin dengan terus terjadinya aksi teror penembakan oleh kelompok bersenjata tak dikenal dimana hingga kini pelakunya belum terungkap.

Terhitung sejak Juli 2009 hingga Februari 2012 tercatat 15 orang tewas dan 54 orang lainnya terluka akibat penembakan di areal PT Freeport Indonesia di Mimika, Papua.

"Kami sangat prihatin dengan aksi penembakan yang terus terjadi dan masih belum terungkap pelakunya. Kami memberikan dukungan penuh kepada pihak keamanan dalam menangani gangguan keamanan ini," ujar Ramdani.

Ramdani membenarkan terjadinya kembali teror penembakan yang melukai sejumlah karyawan CV Yawapu Jaya di Mil 37 ruas jalan Tanggul Timur kawasan hutan Kali Kopi, Kamis pagi sekitar pukul 08.20 WIT.

Menurut Ramdani, CV Yawapu Jaya, merupakan perusahaan milik salah satu masyarakat asli suku Kamoro yakni Kepala Kampung Nayaro, Herman Apoka. Perusahaan tersebut merupakan salah satu kontraktor di lingkungan PT Freeport yang menangani pekerjaan reklamasi di Tanggul Barat.

Pada Selasa (7/2), seorang anggota Brimob Detasemen B Polda Papua, Briptu Ronald Sopamena tewas saat terjadi kontak tembak dengan kelompok bersenjata tak dikenal di Mil 37 ruas jalan Tanggul Timur, kawasan hutan Kali Kopi, Timika.
(E015)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar