Yala (ANTARA News/Reuters) - Satu bom truk meledak pada Kamis di bagian selatan Thailand dan menewaskan satu orang pensiunan guru dan 13 warga desa luka-luka.

Polisi menyalahkan gerilyawan etnis Melayu atas peledakan yang terjadi di depan kantor kesehatan umum di Pattani, satu dari tiga provinsi yang berada dalam cengkraman separatis selama delapan tahun, dan berbatasan dengan Malaysia.

Polisi mengatakan bom tersebut disembunyikan di dalam truk terbuka dan merusak 10 kendaraan lainnya. Dari 13 korban yang mengalami luka-luka, tiga di antaranya dalam kondisi kritis.

Dalam serangan terpisah di provinsi tetangga, Narathiwat, dua tentara yang melakukan patoli rutin terluka ketika satu bom yang diletakkan di pinggir jalan meledak.

Peningkatan kekerasan terjadi di tengah protes yang dilakukan Muslim setempat setelah tentara penjaga di Pattani menembak mati empat warga desa yang diduga gerilyawan pada 29 Januari.

Lebih dari 5.000 orang terbunuh sejak munculnya kelompok gerilyawan di tiga provinsi Thailand yakni Yala, Pattani dan Narathiwat pada Januari 2004.

Wilayah itu sebelumnya merupakan bagian dari Kesultanan Melayu Islam, hingga kemudian diakui Thailand sebagai wilayahnya pada 1909.

Hampir setiap hari terjadi ledakan dan penembakan, namun mulai menunjukkan kemajuan sejak militer masuk di kawasan itu untuk memadamkan kerusuhan.

(I025/M016)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar