London (ANTARA News) - Tidak sepakat dengan keputusan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) soal pencoretan status John Terry sebagai kapten timnas Inggris, akhirnya manajer Fabio Capello memutuskan untuk tidak lagi menangani skuad Three Lions.

Desember 2007, manajer asal Italia itu melatih timnas Inggris setelah Inggris menelan pil pahit tidak lolos di ajang Kejuaraan Eropa 2008. Publik setempat menaruh harapan setinggi langit kepada Capello. Timnas Inggris memenangi 18 dari 24 laga dan menyabet tempat pada Piala Dunia 2010.

Di bawah Capello, Inggris melaju ke Kejuaraan Eropa 2012. Nah, mengapa Capello lengser? Berikut ada 12 alasan Capello hengkang dari Inggris, sebagaimana dikutip dari laman The Sun.

Pertama, ia kurang mampu menguasai bahasa Inggris yang berakibat bahwa jalinan komunikasi dengan para pemain kurang berjalan efektif.

Kedua, ia melakukan kekeliruan fatal dengan memilih kamp latihan timnas Inggris di Austria sebelum terbang dan berlaga di ajang Piala Dunia Afrika Selatan. Jarak yang jauh disebut-sebut sebagai salah satu faktor penyebab kegagalan timnas Inggris di Afsel.

Ketiga, Capello bertanggungjawab penuh atas keputusan pemilihan kamp timnas Inggris di Rustenburg. Para pemain mengeluh bahwa tempat itu membosankan dan memantik perseteruan yang melibatkan John Terry di sebuah konferensi pers.

Keempat, ia "keukeuh" menunjuk John Terry sebagai kapten timnas Inggris padahal publik cenderung memilih Rio Ferdinand. Kelima, ia terus melontarkan kritik kepada sejumlah pimpinan FA soal keputusan pencoretan status John Terry sebagai kapten timnas Inggris. Tidakkah ia berpikir bahwa FA memegang bukti hasil wawancaranya dengan stasiun televisi di Italia?

Keenam, ia tetap membawa Ledley King yang mengalami cedera ke ajang Piala Dunia, padahal turnamen berskala internasional itu memerlukan perjuangan kelewat keras dan ketat.

Ketujuh, ia justru tidak membawa gelandang bertahan Scott Parker ke Afrika Selatan padahal perannya begitu penting di timnas Inggris. Kedelapan, bertanggungjawab atas penunjukan penjaga gawang Rob Green yang akhirnya membuat aksi blunder ketika Inggris menghadapi Amerika Serikat. Aksi ceroboh itu begitu membekas di benak publik sepak bola Inggris.

Kesembilan, ia kurang cermat meracik strategi yang berujung Inggris kalah 1-4 dari Jerman. Akibatnya, timnas Inggris angkat koper lebih awal dari ajang Piala Dunia.

Kesepuluh, ia tetap saja menurunkan Wayne Rooney ketika Inggris menghadapi Montenegro padahal striker itu tengah menghadapi masalah keluarga karena ayah Roo ditangkap polisi lantaran terlibat judi sepak bola. Rooney bahkan diusir dari lapangan hijau.
(A024)

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar