AsiaNet 48300

JAKARTA, Indonesia dan SINGAPURA, 9 Februari 2012 (ANTARA/PRNewswire-Asia-AsiaNet) --

Pesan Penting:

-- Minat Kuat dalam Sektor Sumber Daya, Khususnya di Indonesia
-- Diyakinkan oleh Prospek Substansial Bumi PLC yang Baru
-- Dikecewakan oleh Pernyataan yang Kontraproduktif dari Pihak di dalam Perusahaan Bumi PLC pada bulan November
-- Mendukung Sepenuhnya Agenda yang Menyediakan Kejelasan dan Efisiensi
-- Apabila Resolusi Tidak Segera Tercapai, Yawadwipa akan Mengambil Tindakan

     Perusahaan Yawadwipa ("Yawadwipa" atau "Perseroan") hari ini merilis pernyataan berikut ini terkait dengan pemberitaan publik seputar Bumi PLC ("Bumi"):

     "Yawadwipa telah mengamati berbagai peristiwa baru-baru ini yang terkait dengan Bumi dan mengikuti transaksinya yang diumumkan dengan Borneo Lumbung Energi & Metals ('Borneo') pada bulan November 2011. Sebagaimana yang telah kami nyatakan sebelumnya, kami sangat tertarik sebagai investor di sektor sumber daya alam dan merupakan pendukung kuat Bapak Samin Tan dan tim manajemennya di Borneo. Meskipun penurunan harga saham telah terjadi sejak transaksi tersebut, sebagian karena penurunan harga komoditas, kami mendukung transaksi dengan Bumi dan sangat percaya pada manfaat strategis dari kesepakatan itu, baik dalam jangka menengah maupun jangka panjang. Kami percaya pada tim operasi inti dan prospek untuk aset-aset yang mendasarinya.

     "Meskipun demikian, kami telah semakin khawatir dengan efek dari 'kebisingan' saat ini di tingkat dewan direksi Bumi, terutama mengingat gejolak pasar yang lebih luas dan ketidakpastian ekonomi global. Kami memandang gesekan ini, apakah murni demi efisiensi atau sebaliknya kontraproduktif terhadap kepentingan pemegang saham Bumi khususnya selama masa pasca-transaksi ketika koordinasi dan kerjasama ekstrim diperlukan. Sangat disayangkan bahwa hal-hal tersebut harus dipublikasikan dan tidak dapat ditangani secara pribadi, meskipun preseden itu ditetapkan oleh pihak tertentu di dalam perusahaan Bumi PLC pada bulan November selama periode sebelum penyempurnaan transaksi Borneo. Komentar pada bulan November itu, apakah benar atau tidak, disampaikan secara sembrono dan sembarangan melalui forum publik. Sebagai investor swasta, ini mungkin juga merupakan perilaku yang dapat ditoleransi, namun sebagai orang dalam dan anggota dewan direksi, penyampaian semacam itu, menurut kami, sepenuhnya tidak dapat diterima. Jika seorang karyawan melakukan hal ini, individu tersebut pasti akan dipecat di tempat.

     "Sebagai pemegang saham prospektif Bumi, kami sekarang berupaya mengakhiri drama publik ini. Kami mendapati usulan Bapak Tan dan Bapak Bakrie sepenuhnya konsisten dengan perampingan organisasi yang telah berubah setelah merger strategis dan konsisten dengan tata kelola perusahaan yang baik. Kami mendukung agenda mereka, yang kami lihat sebagai kepentingan terbaik para pemegang saham Bumi karena akan mempercepat dan memfokuskan upaya Bumi ke depannya. Peluang pasar untuk waralaba tersebut terlalu besar untuk mentolerir dewan direksi yang terbagi. Nilai dewan direksi warisan sejak itu telah berlalu. Kondisi mapan bukanlah suatu pilihan dan tidak sehat.

     "Yawadwipa sangat mendukung untuk menjadi pemilik Bumi namun hanya akan melakukannya apabila stabilitas tata kelola terjamin. Dengan demikian, kami merekomendasikan usulan yang diuraikan oleh Bapak Samin Tan dapat dilaksanakan tanpa penundaan lebih lanjut. Menunggu hingga pemungutan suara resmi hanya merugikan para pemegang saham Bumi dan prospek perusahaan. Apabila tindakan cepat tidak diambil oleh para anggota yang telah diminta dengan hormat untuk melepaskan diri dari tugasnya masing-masing, afiliasi Yawadwipa akan segera mengambil langkah apapun yang diperlukan untuk mendukung agenda Bapak Tan, termasuk namun tidak terbatas pada memperoleh hak suara yang cukup dari Bumi sehingga menjamin berjalannya agenda."

     Informasi Kontak:

     Pertanyaan Umum: info@yawacompanies.com
     Media: media@yawacompanies.com
     Situs Web: www.yawacompanies.com

     SUMBER Perusahaan Yawadwipa

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar