Jakarta (ANTARA News) - Saham-saham di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Kamis melemah mengikuti melemahnya saham di bursa Jepang, Hong Kong, dan Australia.

Data ekonomi China dan perundingan utang Yunani masih menjadi sorotan investor di bursa Asia sehingga mendorong saham-saham tertekan, sementara bank sentral Eropa (ECB) kemungkinan akan mempertahankan tingkat suku bunga, kata Market Wacth dalam laporannya.

Indeks harga saham gabungan BEI ditutup melemah 9,71 poin atau 0,24 persen ke posisi 3.978,99, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 2,47 poin atau 0,35 persen ke posisi 694,47 poin.

"Optimisme terhadap bailout yang akan diterima Yunani belum membuat IHSG positif," kata managing research Indosurya Asset Management Reza Priyambada.

Ia menambahkan, turunnya BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen pada hari ini belum direspon oleh saham-saham perbankan.

Frekuensi transaksi perdagangan saham BEI tercatat 133.177 kali dengan volume mencapai 3,291 miliar lembar saham senilai Rp4,784 triliun. 109 saham menguat, 130 saham melemah, dan 98 saham harganya tetap.

Saham ditutup menguat di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp750 ke Rp56.700, Resources Alam Indonesia (KKGI) naik Rp450 ke Rp7.500, Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp350 ke Rp12.450.

Saham yang mengalami pelemahan, Astra International (ASII) turun Rp1.900 ke Rp72.950, Petrosea (PTRO) turun Rp500 ke Rp37.800, Lionmesh Prima (LMSH) turun Rp475 ke Rp4.525.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 8,45 poin (0,04 persen) ke level 21.010,01, indeks Nikkei-225 turun 13,35 poin (0,15 persen) ke level 9.002,24 dan Straits Times melemah 5,61 poin (0,19 persen) ke level 2.976,59.

(ANTARA)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar