Samarra, Irak (ANTARA News) - Polisi Irak, Kamis, menemukan saudara laki-laki anggota parlemen Irak dari kelompok Sunni, Nahida al-Daini, dalam kondisi terikat dan tewas setelah lima hari yang lalu diculik di dekat Tikrit, Irak tengah, kata seorang polisi.

"Polisi menemukan jenazah Akram al-Daini terikat dengan rantai besi dan dengan luka tembak, di desa Al-Bujwari," utara Baghdad, kata petugas, seraya menambahkan bahwa jenazah seorang wanita tak dikenal juga ditemukan di dekat jenazah Daini.

Seorang pejabat keamanan mengatakan bahwa Akram al-Daini diculik dengan pengawalnya di jalan antara Samarra dan Tikrit, Sabtu malam, dan bahwa para penculik menuntut uang tebusan sebesar 1 juta dolar AS, namun keluarga menolak untuk membayar.

Menurut polisi, pengawal Daini selamat tetapi tertembak beberapa kali.

"Orang-orang bersenjata itu memerintahkan pengawal Daini untuk keluar dari mobil dan lari, dan mereka menembak dari belakang dan meninggalkannya untuk mati, tapi ia bisa pergi ke polisi" dan mengatakan kepada mereka tentang arah orang-orang bersenjata itu pergi, kata petugas.

Telah terjadi peningkatan aksi penculikan di Irak sebagai bagian dari kekerasan sektarian, yang menjadikan orang asing dan warga Irak yang kaya sebagai target, di tahun-tahun setelah masa pendudukan yang dipimpin Amerika Serikat pada 2003.

Nahida al-Daini adalah seorang anggota parlemen dari kelompok sekuler, Iraqiya yang didukung Sunni, demikian AFP melaporkan.

(SYS/G003/B002)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar