Direktur Umum Lion Air Edward Sirait (kiri) bersama Deputi Pemberantasan BNN Tommy Sagiman (kanan), saat konferensi pers terkait kasus sabu yang melibatkan pilot Lion Air di kantor BNN, Jakarta, Rabu, (8/2). Klarifikasi Lion Air yang melibatkan Saiful Salam saat menggelar pesta shabu di Hotel Garden Palace, Sabtu, (4/2), Surabaya. Edwar Sirait menegaskan bahwa Lion Air akan melakukan memperketat pemeriksaan rutin dan menjamin kru Lion Air terbebas dari narkoba. (FOTO ANTARA/Agus Apriyanto)

... pemeriksaan kepada seluruh pilot sebelum terbang agar betul-betul dijamin pilot yangn bertugas tidak sedang dalam pengaruh negatif narkoba...
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menginginkan agar Kementerian Perhubungan segera melakukan audit menyeluruh seluruh awak pesawat agar tidak terjadi lagi kasus pilot yang tertangkap basah menggunakan shabu-shabu.

"Lakukan audit terhadap manajemen pengelolaan SDM penerbangan dalam hal ini awak pesawat udara, yaitu pilot dan pramugari-pramugara," kata Juru Bicara BPKN, Gunarto, di Jakarta, Kamis.

Menurut Gunarto, hal tersebut penting untuk dilakukan agar para awak tersebut jangan sampai mengonsumsi narkoba akibat tekanan jam terbang yang melebihi ketentuan.

Selain itu, ia juga mendesak agar Kemenhub mengambil tindakan tegas antara lain dengan memberikan sanksi kepada maskapai yang pilotnya terbukti mengonsumsi narkoba.

Kemenhub juga didesak untuk melakukan pemeriksaan kepada seluruh pilot sebelum terbang agar betul-betul dijamin pilot yangn bertugas tidak sedang dalam pengaruh negatif narkoba.

"Mekanismenya bisa menggunakan perangkat uji cepat untuk mengetahui secara cepat paling tidak satu jam sebelum terbang apakah pilot mengonsumsi narkoba atau tidak," katanya.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) akan mengirimkan pilot Lion Air yang tertangkap basah sedang memakai narkoba jenis shabu-shabu, di Surabaya, Sabtu (4/2) untuk direhabilitasi karena tidak ditemukan indikasi sebagai pengedar tetapi hanya pemakai.

"Pilot akan dititipkan di panti rehab di Lido sambil menunggu proses hukum," kata Kepala Satgas Operasi BNN, Benny Mamoto, di Jakarta, Rabu (8/2).

Menurut Benny, berdasarkan keterangan yang telah dihimpun, untuk saat ini sang oknum pilot tersebut diindikasikan hanya sebagai pemakai dan bukan sebagai pengedar.

Namun, ujar dia, pihaknya tidak menutup kemungkinan bahwa masih terdapat jaringan terkait dengan kasus pilot nyabu itu yang terlibat secara lebih luas dalam pengedaran di antara pilot tersebut.

"Untuk saat ini, proses penyelidikan dan pemetaan masih terus berjalan," katanya. (M040)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar