Medan (ANTARA News) - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara (Sumut) meminta agar Bank Indonesia mendesak perbankan segera menurunkan suku bunga kreditnya mengikuti turunnya BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

"Langkah BI menurunkan BI rate sia-sia kalau tidak diikuti kebijakan perbankan menurunkan suku bunga kreditnya yang masih jauh di atas bunga perbankan di negara lain," kata Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Laksamana Adiyaksa, di Medan, Kamis.

Bunga kredit perbankan di dalam negeri dewasa ini masih sekitar 12 persen, sementara di luar negeri suku bunga kreditnya rata-rata 3 - 4 persen.

"Makanya tidak heran kalau pengusaha nasional dewasa ini terus kalah bersaing dengan pemodal asing," katanya.

Menurut Laksamana, yang eksekutif PT Toba Pulp Lestari itu, perbankan nasional sudah terlalu banyak meraih untung dari bunga kredit yang disalurkan ke nasabah.

Lihat saja seliisih suku bunga kredit dengan tabungan sangat besar atau enam hingga tujuh persen, katanya.

Padahal biaya operasional bank disebut-sebut hanya 2-3 persen.

Di luar untuk mendapatkan keuntungan, diduga perbankan tetap mempertahankan selisih bunga yang besar antara kredit dan tabungan itu untuk bisa leluasa membuat program undian berhadiah untuk menarik minat masyarakat menggunakan jasa bank tersebut.

"Sudah saatnya bank tidak lagi memberi iming-iming hadiah kepada nasabah, tetapi mengedepankan pelayanan yang lebih maksimal," katanya.

Data dari BI Medan, mengungkapkan, suku bunga kredit perbankan di Sumut posisi Desember 2011 sebesar 11,50 persen, sementara bunga deposito, tabungan, dan giro masing-masing 6,14 persen, 2,61 persen dan 2,34 persen.

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar