Rusia uji vaksin HIV
Kamis, 9 Februari 2012 22:19 WIB | 2968 Views
Ilustrasi (FOTO ANTARA News/Ferly)
... sukses telah menyelesaikan tahap pertama dari percobaan klinis dari vaksin HIV...
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Dapatkah
infeksi virus HIV dicegah? Ini merupakah pertanyaan yang jawabannya
yang akan dicari oleh Pusat Virologi dan Bioteknologi Vektor di
Rusia. Negara itu dilaporkan telah mendanai pusat penelitian itu yang
mencoba membuat vaksin yang dapat memproduksi antibodi yang kuat
(antigen).
"Kami dengan sukses telah menyelesaikan tahap pertama dari percobaan
klinis dari vaksin HIV," Ujar pimpinan lembaga itu, Alexander
Sergeyev. Vaksin itu kini menunggu persetujuan untuk diuji pada tahap
kedua.
Pusat itu sebelumnya mengatakan, mereka telah mengembangkan
salah satu dari yang terkuat dan paling mutakhir dari vaksin HIV yang
ada di dunia. Jika tahapan pengujian itu berhasil dan sukses, hal itu
akan menjadi harapan baru bagi orang yang hidup dengan HIV/AIDS yang
penyembuhnya belum ditemukan hingga saat ini.
Pada 1 november, Russia tercatat memiliki 636.979 kasus HIV yang
catatannya telah dimulai pada 1987. Jumlahnya hampir dua kali lipat
sejak 2006. Sebanyak 104,257 pasien HIV meninggal dunia.
HIV
(Human Immunodeficiency Virus) menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh
dan menghancurkan atau melumpuhkan fungsinya, infeksi virus itu
menyebabkan kerusakan progresif pada sistem kekebalan tubuh, melemahkan
kemampuan tubuh untuk menangkal infeksi dan penyakit. AIDS (Acquired
Immune Deficiency Syndrome) mengacu pada tahap lanjutan dari infeksi
HIV.
Menurut WHO , jumlah orang yang hidup dengan HIV terus meningkat
hingga mencapai 33.3 juta orang di tahun 2009 dengan 2.6 juta infeksi
batu dan 1.8 juta hidup dengan digerogoti virus itu.
HIV/AIDS
menyisakan tantangan yang signifikan bagi dunia, terutama pada negara
dengan pendapatan menengah hingga rendah.Sekitar 10 juta orang diseluruh
dunia terinfeksi dengan HIV dan tak memiliki akses untuk pelayanan
kesehatan yang memadai. (yud)
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com