Pemimpin Al-Qaida Pakistan tewas dalam serangan pesawat AS
Jumat, 10 Februari 2012 01:02 WIB | 1610 Views
Ilustrasi Pesawat Tanpa Awak (airforce.com)
Berita Terkait
Islamabad (ANTARA News) - Sejumlah rudal AS hari Kamis menewaskan pemimpin paling senior Al-Qaida di Pakistan yang menjadi salah satu sasaran utama AS dalam serangan di negara itu dan diburu karena serangan-serangan yang menewaskan puluhan orang, kata beberapa pejabat.
Badar Mansoor, yang dikabarkan mengirim gerilyawan ke Afghanistan dan menjalankan kamp pelatihan di Waziristan Utara, tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di dekat perbatasan Afghanistan, kata pejabat-pejabat Pakistan dan seorang anggota kelompoknya kepada AFP.
"Ia tewas dalam serangan rudal tengah malam di Miranshah. Kematiannya merupakan pukulan besar bagi kemampuan Al-Qaida untuk melakukan serangan di Pakistan," kata seorang pejabat tinggi Pakistan kepada AFP.
Kematian pemimpin Al-Qaida Pakistan itu dikonfirmasi oleh salah seorang pengikut setianya.
"Badar Mansoor tewas dalam serangan rudal," kata seorang militan di dalam kelompoknya melalui telefon.
Para pejabat intelijen di Miranshah, kota utama di Waziristan Utara, mengatakan bahwa Mansoor tewas, namun beberapa pejabat lain Pakistan memberikan pendapat yang lain.
"Kami tidak yakin. Kami tidak bisa mengkonfirmasi begitu saja," kata seorang pejabat Pakistan kepada AFP.
Empat militan dilaporkan tewas dalam serangan menjelang fajar itu, yang sasarannya sebuah bangunan di Miranshah.
Serangan itu merupakan yang kedua di Pakistan sejak Presiden AS Barack Obama mengkonfirmasi program pesawat tak berawak rahasia akhir bulan lalu.
Pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan puluhan serangan di kawasan suku Pakistan sejak pasukan komando AS membunuh pemimpin Al-Qaida Osama bin Laden dalam operasi rahasia di kota Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011.
Penyerbuan AS terhadap tempat Osama itu telah membuat malu dan marah militer Pakistan dan menambah ketegangan antara kedua negara tersebut.
Islamabad mendesak AS mengakhiri serangan-serangan pesawat tak berawak, sementara Washington menuntut Pakistan mengambil tindakan menentukan untuk menumpas jaringan teror.
Sentimen anti-AS tinggi di Pakistan, dan perang terhadap militansi yang dilakukan AS tidak populer di Pakistan karena persepsi bahwa banyak warga sipil tewas akibat serangan pesawat tak berawak yang ditujukan pada militan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan dan penduduk merasa bahwa itu merupakan pelanggaran atas kedaulatan Pakistan.
AS pada 2010 menggandakan serangan rudal di kawasan suku Pakistan, dan lebih dari 670 orang tewas dalam sekitar 100 serangan sepanjang tahun itu. Pada 2009, 45 serangan semacam itu menewaskan 420 orang, menurut hitungan AFP.
Para pejabat AS mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al-Qaida di kawasan suku baratlaut, dimana militan bersembunyi di daerah pegunungan yang berada di luar kendali langsung pemerintah Pakistan.
Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan.
AS menyebut kawasan suku Pakistan sebagai markas global Al-Qaida dan salah satu tempat paling berbahaya di Bumi.
Pejabat-pejabat AS mengatakan, pesawat tak berawak merupakan senjata sangat efektif untuk menyerang kelompok militan. Namun, korban sipil yang berjatuhan dalam serangan-serangan itu telah membuat marah penduduk Pakistan.
Pakistan mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan.
Kawasan suku Pakistan, terutama Bajaur, dilanda kekerasan sejak ratusan Taliban dan gerilyawan Al-Qaida melarikan diri ke wilayah itu setelah invasi pimpinan AS pada akhir 2001 menggulingkan pemerintah Taliban di Afghanistan.
Pasukan Pakistan meluncurkan ofensif udara dan darat ke kawasan suku Waziristan Selatan pada 17 Oktober 2009, dengan mengerahkan 30.000 prajurit yang dibantu jet tempur dan helikopter meriam.
Meski terjadi perlawanan di Waziristan Selatan, banyak pejabat dan analis yakin bahwa sebagian besar gerilyawan Taliban telah melarikan diri ke daerah-daerah berdekatan Orakzai dan Waziristan Utara.
Waziristan Utara adalah benteng Taliban, militan yang terkait dengan Al-Qaida dan jaringan Haqqani, yang terkenal karena menyerang pasukan Amerika dan NATO di Afghanistan, dan AS menjadikan daerah itu sebagai sasaran serangan rudal pesawat tak berawak. (M014) Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com