Yogyakarta (ANTARA News) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengusulkan kepada Republik Ceko untuk bisa membuka lembaga kebudayaan negara tersebut di provinsi ini.

"Sudah ada beberapa negara yang telah memiliki lembaga kebudayaan di DIY. Jika kantor Kedutaan Besar Republik Ceko di Jakarta, maka lembaga kebudayaan itu harus ada di DIY," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X usai menghadiri pembukaan Kantor Konsulat Kehormatan Republik Ceko di Yogyakarta, Kamis malam.

Menurut dia, sejumlah negara yang telah membuka lembaga kebudayaan di DIY di antaranya adalah Jepang, Korea Selatan, Prancis, China, dan Amerika Serikat, meskipun lembaga kebudayaan Amerika Serikat merupakan kerja sama dengan dua universitas yaitu Universitas Gadjah Mada dan Universitas Ahmad Dahlan.

Ia menegaskan, dengan semakin banyak lembaga kebudayaan dari negara-negara asing yang dibuka di DIY, maka masyarakat akan semakin memiliki wawasan yang luas.

"Masyarakat DIY juga akan bisa semakin mengglobal. Melalui lembaga kebudayaan yang dimiliki, Republik Ceko bisa mengenalkan kebudayaan yang dimiliki kepada masyarakat DIY," katanya.

Sementara itu, Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia Tomas Smetanka mengatakan, akan memikirkan usulan tersebut karena menurut dia Ceko hanyalah negara kecil di Eropa.

"Mungkin tidak semua orang ingin belajar Bahasa Ceko, seperti semua orang belajar Bahasa Inggris. Tetapi, budaya tidak hanya bahasa, tetapi ada hal-hal lain juga," katanya.

Ia mengatakan, Republik Ceko akan sangat bahagia apabila memiliki sebuah unit kecil di DIY yang bisa memperkenalkan dan memberikan informasi mengenai kebudayaan asli dari negara tersebut. (E013/M008)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar