Sukabumi (ANTARA News)-Badan Penanggulangan Bencan Daerah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencatat dari hasil pemetaan yang dilakukan oleh tim satuan penanggulangan bencana, ada 18 kecamatan dari 47 kecamatan merupakan daerah rawan longsor.

"Dari hasil pemetaan kami ada 18 kecamatan yang merupakan daerah rawan longsor," kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo kepada ANTARA, Jumat.

Dari 18 kecamatan tersebut diantaranya adalah Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Nyalindung, Sukalarang, Palabuhanratu, Kalapanunggal, Cikembar, Warungkiara, Cisolok dan lain-lain. Menurutnya, 18 kecamatan itu merupakan daerah rawan pergerakan tanah.

Lebih lanjut, kondisi daerah yang masih bertebing-tebing dan minimnya sarana penahan longsoran tanah.

"Di 18 kecamatan tersebut kerap terjadi bencana longsor seperti yang terjadi pada Kamis siang 9/2 kemarin terjadi longsor di Kalapanunggal yang menyebabkan satu orang meninggal dunia," tambahnya.

Usman melanjutkan, mungkin saja daerah rawan longsor akan terus bertambah seiring masih tingginya curah hujan dan kecamatan lain juga berpotensi terjadi bencana longsor. Itu sebabnya warga di Kabupaten Sukabumi khususnya yang tinggal di daerah bertebing dan rawan pergerakan tanah agar selalu waspada.

Namun, diakuinya sosialisasi dan pelatihan tanggap bencana kepada masyarakat masih minim dilakukan pihaknya karena keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran.

"Tapi kami selalu siaga dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat dengan keterbatasan yang kami miliki," kata Usman.

Sementara untuk bantuan, pihaknya sudah menyediakan bahan makanan, perlengkapan mandi, tenda pengungsian.

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar