JAKARTA, 5/1- PERTAHANKAN BI RATE. Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution meninggalkan ruangan usai memberikan keterangan kepada wartawan tentang hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Rabu (5/1). Bank Indonesia kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) selama 18 bulan berturut-turut sebesar 6,5 persen. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/nz/11 (ANTARA/Prasetyo Utomo)

Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono melihat ruang untuk penurunan BI rate masih terbuka meski Kamis (9/2) kemarin sudah diturunkan 25 basis point dari 6 persen menjadi 5,75 persen.

Hartadi di Jakarta, Jumat mengatakan ke depan situasi likuiditas sangat banyak, dan nanti capital inflows yang masuk akan membuat likuiditas bertambah sehingga membuat suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB) cenderung turun.

"Ke depan kalau situasi likuiditas seperti itu maka `room` untuk menurunkan BI rate masih ada karena situasi likuiditas berlimpah," kata Hartadi.

Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution juga mengatakan bahwa ruang bagi BI untuk menurunkan BI rate masih terbuka mengingat selisih dengan tingkat inflasi masih positif, sementara di negara-negara lain suku bunga moneter di bawah inflasi.

"Di moneter tingkat bunga riil masih positif, sementara di negara tetangga sudah negatif, kalau masih positif ruang untuk countercyclical masih ada," katanya.

Selain itu, lanjut Darmin, Indonesia memiliki berbagai kelebihan yang tidak dimiliki negara lain, yang bisa digunakan untuk melewati krisis Eropa dan menjaga pertumbuhan ekonomi di sisi fiskal dan moneter, serta rasio kredit terhadap PDB yang masih kecil.

"Fiskal defisit kita masih kecil dan bisa dibesarkan untuk memberi insentif dan dorongan perekonomian. Rasio PDB terhadap kredit juga masih ada ruang agar pertumbuhan meningkat," katanya.

Dijelaskan Darmin, penurunan BI rate yang diputuskan kemarin dengan perhitungan inflasi akan terkendali, dan dua bulan ke depan kecenderungannya secara yoy inflasi akan tetap atau turun.
(ANT)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar